- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Soroti Rekomendasi BPK dan Optimalisasi Anggaran di Rapat Paripurna ke-19

Keterangan Gambar : Tujuh fraksi menyampaikan Pandangan Umum terkait Laporan Pertanggungjawaban APBD 2024. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - DPRD Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Paripurna ke-19 pada Selasa (17/6/2025) dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Nota Keuangan dan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024.
Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud dan dihadiri Gubernur Rudy Mas’ud ini, tujuh fraksi menyampaikan berbagai sorotan dan rekomendasi penting.
Fraksi Golkar melalui Shemmy Permata Sari menegaskan perlunya tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait audit pengendalian intern dan kepatuhan terhadap aturan dalam pelaksanaan APBD 2024. Ia meminta Aparat Pengawas Internal Pemerintah memperkuat pembinaan agar temuan serupa tidak terulang.
Baca Lainnya :
- Forkom P4GN Kaltim Perkuat Sinergi Lawan Peredaran Narkoba0
- Pansus RPJMD Kaltim Prioritaskan Pendidikan dan Peningkatan PAD0
- DPRD Kaltim Soroti Longsor Pendingin, Desak Evaluasi Tambang0
- DPRD Kaltim Soroti Penurunan UHC dan Layanan BPJS0
- DPRD Kaltim Desak Tindak Lanjut Janji Wapres di Muara Kate0
Fraksi Gerindra menyoroti kondisi kemiskinan di Kaltim. Andi Muhammad Afif Rayhan Harun mengungkapkan meski angka kemiskinan menurun, kedalaman dan keparahannya meningkat, menandakan kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan dasar dan ketimpangan yang makin tajam.
Fraksi PDIP mempertanyakan penyaluran dana karbon yang belum merata ke desa-desa penerima sejak 2022, mengharapkan kejelasan atas kendala yang terjadi.
Sementara Fraksi PKB dan PAN-Nasdem menyoroti optimalisasi anggaran. Sulasih (PKB) mencatat tantangan di sektor pendidikan dan pekerjaan umum, sedangkan Abdul Giaz (PAN-Nasdem) menyoroti rendahnya penyerapan anggaran serta pentingnya dukungan terhadap UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Fraksi PKS mengkritisi kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang rendah, mendorong evaluasi dan reformulasi target kinerja yang realistis dan berbasis profitabilitas.
Nurhadi Saputra dari Fraksi Demokrat-PPP menekankan koordinasi lebih intensif dengan pemerintah pusat untuk perbaikan infrastruktur, khususnya pelebaran dan peningkatan Jalan Mulawarman di Balikpapan guna mengatasi kemacetan dan memperlancar akses ke Bandara Sepinggan.
Rapat ini menjadi momen penting dalam evaluasi dan perbaikan pengelolaan keuangan daerah demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kaltim. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
