- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang

Analognews.id, BONTANG – Sebanyak 132 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kota Bontang. Mereka akan ditempatkan di 15 kelurahan selama 40 hari untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan masyarakat.
Serah terima mahasiswa KKN berlangsung di Auditorium 3 Dimensi, Senin (13/7/2026). Kegiatan ditandai dengan penyerahan simbolis peserta KKN ke-52 Universitas Mulawarman yang diwakili Ketua Panitia KKN ke-52, Prof. Suwardani Paramita, kepada Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Kegiatan tersebut turut dihadiri camat dan lurah se-Kota Bontang. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari program akademik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat selama berada di lokasi pengabdian.
Baca Lainnya :
Neni mengatakan KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung dinamika kehidupan masyarakat. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat melatih kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan sekaligus memahami persoalan yang tidak selalu ditemukan di lingkungan kampus.
“Jangan datang ke masyarakat hanya untuk menjalankan program. Datanglah untuk mendengar, memahami kondisi mereka, kemudian mencari cara agar ilmu yang kalian punya bisa benar-benar berguna,” ujar Neni.
Ia juga meminta mahasiswa membangun komunikasi yang baik dengan warga dan menjaga sikap selama menjalankan pengabdian. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan menghargai lingkungan menjadi bagian penting dari keberhasilan KKN.
Neni turut mengingatkan mahasiswa agar menjaga kekompakan selama berada di lapangan serta ikut memberikan edukasi positif kepada masyarakat, termasuk dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Manfaatkan keberadaan kalian di tengah masyarakat untuk menyebarkan hal-hal positif. Jadilah contoh yang baik, terutama bagi anak-anak dan generasi muda yang ada di lingkungan tempat kalian bertugas,” katanya.
Wali Kota yang juga berlatar belakang dokter tersebut turut membagikan pengalaman saat menjalani KKN. Ia menyebut masa pengabdian menjadi salah satu pengalaman yang memberikan pemahaman lebih dekat mengenai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang, Ahmad Yani, mengatakan keberadaan mahasiswa di 15 kelurahan diharapkan dapat memberikan tambahan energi dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
“Selama 40 hari, kami berharap mahasiswa dapat membaca potensi yang ada di wilayah masing-masing dan menghasilkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan warga,” ujar Ahmad.
Menurutnya, pemerintah daerah juga berharap gagasan yang lahir dari pelaksanaan KKN dapat menjadi masukan bagi pengembangan program di tingkat kelurahan.
Ketua Panitia KKN ke-52 Universitas Mulawarman, Prof. Suwardani Paramita, mengatakan pelaksanaan KKN kolaborasi menjadi bentuk penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, Universitas Mulawarman yang berdiri sejak 1962 terus mendorong kegiatan akademik yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
“Ukuran keberhasilan KKN bukan pada banyaknya kegiatan yang tercantum dalam laporan, tetapi pada perubahan atau manfaat yang masih bisa dirasakan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan pengabdiannya,” kata Prof. Paramita.
Ia berharap mahasiswa mampu membangun program yang realistis, sesuai kebutuhan masyarakat, serta dapat meninggalkan pengetahuan atau praktik yang bisa dilanjutkan oleh warga.
Kolaborasi delapan perguruan tinggi dalam program KKN tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi di tingkat masyarakat.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan sosial dan profesional. Sementara bagi pemerintah daerah, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat serta menghadirkan gagasan baru bagi pembangunan Kota Bontang.










.jpg)
