- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Galeri UMKM Diharap Jadi Wadah Pengembangan Usaha Rakyat

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sapto Setyo Pramono mengharapkan kehadiran Galeri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di Jalan Marsma R Iswahyudi, Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan, dapat mendukung pemetaan terhadap pengembangan sektor usaha rakyat berskala mikro dan kecil.
Dirinya menilai Galeri UMKM itu akan menjadi pangkal pengembangan UMKM yang aktif di kabupaten dan kota se-Kaltim.
"Galeri UMKM nanti menjadi sentra tempat pameran UMKM yang ada di Kaltim, jadi diharapkan juga sebagai sarana memperkenalkan pelaku UMKM yang ada di Kaltim," kata Sapto, Kamis (16/3/2023).
Baca Lainnya :
- Komisi III Rencanakan Tinjau Kondisi Jalan Nasional di Kaltim0
- DPRD Kaltim Minta Pengetatan Pengawasan Penambangan Ilegal0
- DPRD Kaltim Minta Pemprov Jangan Terburu-Buru Susun Dokumen RKPD0
- Dewan Kaltim Apresiasi Raihan Peringkat Pertama pada APBD Award 20230
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Tanamkan Pentingnya Membayar Pajak Daerah0
Sapto menyebut keberadaan Galeri UMKM Kaltim kelak dapar menjadi sarana bagi Pemerintah Provinsi untuk pengembangan program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan usaha rakyat.
Menurutnya, adanya sarana itu hanya menjadi pelengkap, tetapi ditegaskannya UMKM tidak akan berkembang apabila peran Pemprov Kaltim masih sangat minim terhadap sektor UMKM.
"Anggap aja mulai tahun ini kita lakukan pemetaan terhadap UMKM kita itu langkah awal yang bisa kita lakukan, misal kita punya UMKM yang bergerak dibidang kerupuk, nanti cari temannya seperti penjual bakso, distribusikan ke sana, jadi harus terintegrasi," ungkap Sapto.
Selain itu menurutnya yang tak kalah penting yaitu mendaftarkan hak kekayaan intelektual produk UMKM atau dapat diartikan sebagai perlindungan terhadap karya-karya yang timbul karena adanya kemampuan intelektualitas manusia dalam bidang seni, sastra, ilmu pengetahuan, estetika, dan teknologi.
"Karya-karya itu juga harus dipatenkan, supaya menghindari klaim dari pihak lain atas karya yang kita miliki, apalagi sekarang kita punya yang namanya batik khas Kaltim dan kain Samarinda, ini jadi salah satu upaya juga untuk kita serius dalam bidang UMKM," tutupnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
