- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Dewan Kaltim Apresiasi Raihan Peringkat Pertama pada APBD Award 2023

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Muhammad Samsun memberikan apresiasi terhadap kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim atas penghargaan yang telah dinobatkan sebagai daerah peringkat Pertama kategori Realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi se-Indonesia.
Samsun menilai hasil yang sudah diraih ini karena keterlibatan semua pihak, khususnya masyarakat Kaltim. Menurutnya, dari masyarakat membayar pajak dan peran pemerintah yang memungut pajak tentu sangat berkorelasi.
"Kami pun di DPRD memiliki peran buat regulasi dan menyebarluaskan Perda tersebut. Jadi semua pihak itu memiliki perannya masing-masing," ucap Samsun, Jumat (17/3/2023).
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Tanamkan Pentingnya Membayar Pajak Daerah0
- Dewan Kaltim Minta Kuota Beasiswa Merata di Seluruh Daerah 0
- Pembangunan IPA di Bontang Terkendala Lahan0
- Plat Kendaraan Dari Luar Daerah yang Beroperasi di Kaltim Kembali Disorot 0
- Bahasa Daerah Perlu Dimasukan Dalam Mata Pelajaran0
Ia menyadari untuk masyarakat yang berdomisili di Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami kendala saat ingin melakukan perpanjangan pajak kendaraan lima tahunan. Sebab, pemilik kendaraan bermotor harus melakukan pengecekan fisik kendaraan. Alhasil, jarak yang jauh harus ditempuh masyarakat.
"Kita berharap ada pola-pola kemudahan diberikan yang berwenang, agar masyarakat kita agar keinginan untuk membayar pajak benar-benar dipermudah, memang untuk pembayaran pajak lima tahun sekali, harus melakukan cek fisik," terangnya.
Ia menyebut sebenarnya pihak Bapenda juga sudah memberikan kemudahan, jika kendaraan yang dipakai rusak, masyarakat diperbolehkan untuk membawa kertas yang digunakan untuk menggosok nomor rangka kendaraan.
"Namun, halo ini harus disosialisasikan dengan baik keseluruh masyarakat," tambahnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
