- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Firnadi Ikhsan Serap Aspirasi Peternak Kukar

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKS, Firnadi Ikhsan. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA — Masa reses DPRD Kalimantan Timur dimanfaatkan anggota Fraksi PKS, Firnadi Ikhsan, untuk menyerap aspirasi peternak di enam desa Kecamatan Tenggarong Seberang dan Sebulu, Kutai Kartanegara, yang mengusulkan bantuan bibit sapi, sawit, serta pembentukan koperasi peternakan.
Kegiatan reses yang berlangsung pada 3–10 Juli 2025 ini dipusatkan di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang. Dalam pertemuan tersebut, berbagai kebutuhan disampaikan masyarakat, khususnya terkait penguatan sektor peternakan dan perkebunan yang menjadi tumpuan ekonomi warga desa.
“Saya mendapat usulan dari para peternak untuk diberikan anakan sapi untuk digemukkan, dan permintaan bibit sawit unggul yang siap tanam,” ungkap Firnadi saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (7/7/2025).
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Desak Solusi Konkret Atasi Krisis Dokter di Daerah Terpencil0
- Warga Graha Indah Desak Perbaikan Infrastruktur dan Air Bersih0
- Sapto Setyo Pramono Serap Aspirasi Warga Sungai Dama0
- Jahidin Tampung Keluhan Infrastruktur saat Reses di Samarinda Ilir0
- Agusriansyah Soroti Program Sekolah Garuda: Jangan Cuma Jadi Pencitraan0
Selain itu, para peternak mengusulkan pembentukan koperasi sebagai wadah kelembagaan untuk mendukung program penggemukan sapi. Mereka berharap koperasi dapat menjadi sarana yang memudahkan akses bantuan, pemasaran, hingga keberlanjutan usaha.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, mulai dari prosedur pengajuan bantuan ternak hingga saran pembinaan dari pemerintah. Salah satunya datang dari Haji Juman, pemilik Lestari Farm, yang mengusulkan adanya dukungan berkelanjutan terhadap penggemukan sapi rakyat.
“Dengan koperasi, hasil penjualan bisa ditabung untuk beli bibit anakan sapi baru. Jadi usaha terus berputar,” jelas Firnadi, legislator dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara.
Ia menyebutkan bahwa program penggemukan sapi sangat cocok dengan kondisi wilayah Kukar, yang memiliki potensi besar di bidang peternakan. Untuk memperkuat kelembagaan, Firnadi menyarankan dua kelompok dalam satu desa, atau antar desa, membentuk koperasi bersama.
“Dua kelompok dalam satu desa, atau antar desa bisa bergabung dalam satu koperasi. Ini akan jadi fondasi kelembagaan agar usaha ternak bisa mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih dari sekadar mendongkrak ekonomi desa, Firnadi menekankan bahwa program ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia berharap, dengan meningkatnya produksi lokal, Kalimantan Timur tak lagi bergantung pada pasokan daging dari luar.
Peternakan rakyat yang dikelola secara kolektif melalui koperasi dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi desa, berbasis pada kekuatan lokal dan kebersamaan masyarakat. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
