- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kaltim Desak Solusi Konkret Atasi Krisis Dokter di Daerah Terpencil

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H Baba. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, KUTAI KARTANEGARA — Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H Baba, mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret mengatasi krisis tenaga kesehatan, terutama dokter, yang masih minim di wilayah pedalaman dan pelosok Kaltim.
Menurut data Dinas Kesehatan Kaltim, kebutuhan ideal tenaga dokter di provinsi ini mencapai 4.000 orang. Namun, hingga kini baru sekitar 2.000 dokter yang aktif bertugas di rumah sakit dan puskesmas di seluruh daerah, mencerminkan kesenjangan serius dalam pemerataan layanan kesehatan.
“Kami berharap pemerintah bisa menyediakan beasiswa berbasis ikatan dinas bagi calon dokter dan dokter spesialis, agar mereka bisa kembali mengabdi di daerah asal,” ujar Baba saat ditemui wartawan di Samarinda, Jumat (4/7/2025).
Baca Lainnya :
- Warga Graha Indah Desak Perbaikan Infrastruktur dan Air Bersih0
- Sapto Setyo Pramono Serap Aspirasi Warga Sungai Dama0
- Jahidin Tampung Keluhan Infrastruktur saat Reses di Samarinda Ilir0
- Agusriansyah Soroti Program Sekolah Garuda: Jangan Cuma Jadi Pencitraan0
- DPRD Soroti Kemunduran Kesetaraan Perempuan0
Baba menilai solusi jangka panjang melalui skema beasiswa akan mendorong lulusan kedokteran untuk tidak hanya mencari karier di kota besar, tetapi juga bersedia ditempatkan di wilayah-wilayah terpencil seperti Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan kabupaten lainnya yang masih minim layanan kesehatan dasar.
Sebagai langkah awal, DPRD Kaltim berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh manajemen rumah sakit milik Pemprov Kaltim. Tujuannya adalah menggali kebutuhan nyata dan tantangan yang dihadapi masing-masing rumah sakit, termasuk terkait distribusi dan ketersediaan tenaga medis.
“Pekan depan kami akan memanggil manajemen rumah sakit di Kaltim untuk berdiskusi soal tenaga kesehatan yang masih kurang,” tambahnya.
Selain keterbatasan SDM, Baba menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur pendukung layanan kesehatan. Menurutnya, fasilitas medis yang memadai serta penerapan layanan digital seperti telemedicine harus menjadi bagian dari solusi sistemik untuk menjangkau daerah terpencil.
Ia juga mendorong kolaborasi dengan universitas terkemuka di luar Kaltim untuk mempercepat penyiapan tenaga dokter, sekaligus membuka jalur bagi dokter muda yang ingin kembali mengabdi di kampung halaman.
Meski layanan kesehatan di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan tergolong cukup baik, daerah-daerah terpencil masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal akses dan keterbatasan sarana.
Kondisi ini, lanjut Baba, harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, agar kebijakan kesehatan ke depan tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga menyentuh masyarakat di wilayah yang selama ini tertinggal dalam pelayanan kesehatan. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
