- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Desak Solusi Konkret Atasi Krisis Dokter di Daerah Terpencil

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H Baba. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, KUTAI KARTANEGARA — Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H Baba, mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret mengatasi krisis tenaga kesehatan, terutama dokter, yang masih minim di wilayah pedalaman dan pelosok Kaltim.
Menurut data Dinas Kesehatan Kaltim, kebutuhan ideal tenaga dokter di provinsi ini mencapai 4.000 orang. Namun, hingga kini baru sekitar 2.000 dokter yang aktif bertugas di rumah sakit dan puskesmas di seluruh daerah, mencerminkan kesenjangan serius dalam pemerataan layanan kesehatan.
“Kami berharap pemerintah bisa menyediakan beasiswa berbasis ikatan dinas bagi calon dokter dan dokter spesialis, agar mereka bisa kembali mengabdi di daerah asal,” ujar Baba saat ditemui wartawan di Samarinda, Jumat (4/7/2025).
Baca Lainnya :
- Warga Graha Indah Desak Perbaikan Infrastruktur dan Air Bersih0
- Sapto Setyo Pramono Serap Aspirasi Warga Sungai Dama0
- Jahidin Tampung Keluhan Infrastruktur saat Reses di Samarinda Ilir0
- Agusriansyah Soroti Program Sekolah Garuda: Jangan Cuma Jadi Pencitraan0
- DPRD Soroti Kemunduran Kesetaraan Perempuan0
Baba menilai solusi jangka panjang melalui skema beasiswa akan mendorong lulusan kedokteran untuk tidak hanya mencari karier di kota besar, tetapi juga bersedia ditempatkan di wilayah-wilayah terpencil seperti Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan kabupaten lainnya yang masih minim layanan kesehatan dasar.
Sebagai langkah awal, DPRD Kaltim berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh manajemen rumah sakit milik Pemprov Kaltim. Tujuannya adalah menggali kebutuhan nyata dan tantangan yang dihadapi masing-masing rumah sakit, termasuk terkait distribusi dan ketersediaan tenaga medis.
“Pekan depan kami akan memanggil manajemen rumah sakit di Kaltim untuk berdiskusi soal tenaga kesehatan yang masih kurang,” tambahnya.
Selain keterbatasan SDM, Baba menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur pendukung layanan kesehatan. Menurutnya, fasilitas medis yang memadai serta penerapan layanan digital seperti telemedicine harus menjadi bagian dari solusi sistemik untuk menjangkau daerah terpencil.
Ia juga mendorong kolaborasi dengan universitas terkemuka di luar Kaltim untuk mempercepat penyiapan tenaga dokter, sekaligus membuka jalur bagi dokter muda yang ingin kembali mengabdi di kampung halaman.
Meski layanan kesehatan di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan tergolong cukup baik, daerah-daerah terpencil masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal akses dan keterbatasan sarana.
Kondisi ini, lanjut Baba, harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, agar kebijakan kesehatan ke depan tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga menyentuh masyarakat di wilayah yang selama ini tertinggal dalam pelayanan kesehatan. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
