- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Warga Graha Indah Desak Perbaikan Infrastruktur dan Air Bersih

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H Baba. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA — Dalam kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2025, Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H Baba, menyerap aspirasi warga Perumahan Graha Indah, Balikpapan Utara, yang menyoroti persoalan infrastruktur dan kelangkaan air bersih sebagai kebutuhan mendesak di lingkungan mereka.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (4/7/2025) itu diwarnai dengan antusiasme warga yang menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari buruknya drainase, gang yang belum disemenisasi, hingga minimnya lampu penerangan jalan. Selain itu, krisis air bersih akibat keterbatasan pasokan dari Waduk Manggar kembali mencuat sebagai isu yang meresahkan.
“Usulan-usulan masyarakat masih seputar drainase, semenisasi jalan, dan lampu penerangan jalan lingkungan,” kata H Baba usai berdialog dengan warga.
Baca Lainnya :
- Sapto Setyo Pramono Serap Aspirasi Warga Sungai Dama0
- Jahidin Tampung Keluhan Infrastruktur saat Reses di Samarinda Ilir0
- Agusriansyah Soroti Program Sekolah Garuda: Jangan Cuma Jadi Pencitraan0
- DPRD Soroti Kemunduran Kesetaraan Perempuan0
- DPRD Kaltim: Wajar Jika Masih Ada Keterbatasan Regulasi dan Anggaran0
Politisi dari PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa meskipun pembangunan infrastruktur tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap bisa memberikan dukungan melalui skema Bantuan Keuangan (Benkeu). Namun, ia menegaskan bahwa dukungan itu baru dapat direalisasikan apabila ada pengajuan resmi dari Pemkot Balikpapan.
“Pemkot Balikpapan perlu memberikan rekomendasi kepada Gubernur, karena hal ini di luar kewenangan kami,” jelas Baba yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Balikpapan.
Lebih lanjut, Baba menyoroti kerentanan pasokan air bersih di Balikpapan yang hanya bergantung pada curah hujan dan Waduk Manggar. Ia mengingatkan bahwa kondisi ini bisa memicu kekurangan air, terutama saat musim kemarau.
“Air bersih di Balikpapan itu hanya mengandalkan tadah hujan. Jadi kalau beberapa hari tidak ada hujan, sangat mungkin terjadi kekurangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan reses ini, Baba menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menyuarakan kebutuhan nyata di lapangan. Ia pun berkomitmen mengawal seluruh aspirasi tersebut agar masuk dalam prioritas pembangunan daerah tahun anggaran 2026.
“Mudah-mudahan apa yang kami terima hari ini bisa terwujud, karena tidak ada kepuasan atau kebanggaan selain bisa mewujudkan apa yang diinginkan masyarakat,” tutupnya.
Reses yang berlangsung dengan semangat partisipatif ini menjadi bukti bahwa keterlibatan warga sangat penting dalam proses pembangunan. Di sisi lain, sinergi antara pemerintah kota dan provinsi diharapkan semakin kuat demi menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret dan berkelanjutan. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
