- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim: Wajar Jika Masih Ada Keterbatasan Regulasi dan Anggaran

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahri. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA — Program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yakni Gratispol (Gratis Perguruan Tinggi untuk Orang Tua Tidak Mampu), resmi dipercepat pelaksanaannya meski belum sepenuhnya matang dari sisi regulasi dan anggaran. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahri, menyatakan percepatan program ini adalah bentuk komitmen terhadap visi-misi gubernur baru, sekaligus respons terhadap kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat berpenghasilan rendah.
"APBD 2025 ini disusun berdasarkan proyeksi gubernur sebelumnya. Maka dari itu, belum sepenuhnya mengakomodasi program-program baru seperti Gratispol," jelas Sarkowi.
Ia mengakui, kekhawatiran publik terkait kesiapan program Gratispol memang cukup wajar. Sebab, meski telah dicanangkan, program ini belum memiliki dukungan penuh dari APBD maupun payung hukum berupa peraturan gubernur (Pergub) yang saat ini masih dalam proses asistensi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Baca Lainnya :
- Hartono Soroti Ketimpangan Layanan Kesehatan di Paser0
- DPRD Kaltim Dukung Rencana RS Internasional di Samarinda0
- Fuad Fakhruddin Desak Penegakan Tegas Aturan Sampah0
- Pejabat Bappeda Kutim Dilaporkan ke Majelis Etik, Diduga Susun Anggaran Diam-diam0
- Ronald Tekankan Pentingnya Kolaborasi Warga dan Pemkot Tangani Masalah Sampah0
Namun, Sarkowi mengapresiasi langkah Pemprov yang tetap mendorong pelaksanaan Gratispol dengan melakukan penyesuaian dan efisiensi terhadap beberapa kegiatan pembangunan. Hal ini memungkinkan program pendidikan tersebut dapat dimulai lebih awal dari rencana semula.
"Makanya Gratispol dipercepat. Tapi memang wajar kalau ada hal-hal yang belum sempurna, seperti payung hukum dan anggaran," ujarnya.
Menurutnya, fokus utama dalam tahap awal pelaksanaan program adalah mahasiswa baru. Sementara mahasiswa aktif yang sudah lebih dulu menempuh pendidikan akan mulai menerima manfaat dari program ini pada tahun anggaran 2026.
"Untuk saat ini mahasiswa baru yang diprioritaskan. Mahasiswa lama akan mulai menerima manfaat tahun depan," tegasnya.
Sarkowi menegaskan bahwa DPRD Kaltim tetap mendukung penuh implementasi Gratispol, namun meminta pemerintah bersikap transparan dalam menyosialisasikan skema bantuan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
"Kami memaklumi kalau banyak pertanyaan dari masyarakat. Karena memang payung hukumnya belum selesai," pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
