- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kaltim: Wajar Jika Masih Ada Keterbatasan Regulasi dan Anggaran

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahri. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA — Program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yakni Gratispol (Gratis Perguruan Tinggi untuk Orang Tua Tidak Mampu), resmi dipercepat pelaksanaannya meski belum sepenuhnya matang dari sisi regulasi dan anggaran. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahri, menyatakan percepatan program ini adalah bentuk komitmen terhadap visi-misi gubernur baru, sekaligus respons terhadap kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat berpenghasilan rendah.
"APBD 2025 ini disusun berdasarkan proyeksi gubernur sebelumnya. Maka dari itu, belum sepenuhnya mengakomodasi program-program baru seperti Gratispol," jelas Sarkowi.
Ia mengakui, kekhawatiran publik terkait kesiapan program Gratispol memang cukup wajar. Sebab, meski telah dicanangkan, program ini belum memiliki dukungan penuh dari APBD maupun payung hukum berupa peraturan gubernur (Pergub) yang saat ini masih dalam proses asistensi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Baca Lainnya :
- Hartono Soroti Ketimpangan Layanan Kesehatan di Paser0
- DPRD Kaltim Dukung Rencana RS Internasional di Samarinda0
- Fuad Fakhruddin Desak Penegakan Tegas Aturan Sampah0
- Pejabat Bappeda Kutim Dilaporkan ke Majelis Etik, Diduga Susun Anggaran Diam-diam0
- Ronald Tekankan Pentingnya Kolaborasi Warga dan Pemkot Tangani Masalah Sampah0
Namun, Sarkowi mengapresiasi langkah Pemprov yang tetap mendorong pelaksanaan Gratispol dengan melakukan penyesuaian dan efisiensi terhadap beberapa kegiatan pembangunan. Hal ini memungkinkan program pendidikan tersebut dapat dimulai lebih awal dari rencana semula.
"Makanya Gratispol dipercepat. Tapi memang wajar kalau ada hal-hal yang belum sempurna, seperti payung hukum dan anggaran," ujarnya.
Menurutnya, fokus utama dalam tahap awal pelaksanaan program adalah mahasiswa baru. Sementara mahasiswa aktif yang sudah lebih dulu menempuh pendidikan akan mulai menerima manfaat dari program ini pada tahun anggaran 2026.
"Untuk saat ini mahasiswa baru yang diprioritaskan. Mahasiswa lama akan mulai menerima manfaat tahun depan," tegasnya.
Sarkowi menegaskan bahwa DPRD Kaltim tetap mendukung penuh implementasi Gratispol, namun meminta pemerintah bersikap transparan dalam menyosialisasikan skema bantuan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
"Kami memaklumi kalau banyak pertanyaan dari masyarakat. Karena memang payung hukumnya belum selesai," pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
