- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Usai Survei Lapangan, DPMPTSP Bontang Batalkan Pemasangan Videotron ke Simpang 4 BK

Keterangan Gambar : Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Rencana pemasangan videotron milik Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang semula di Simpang 4 Bontang Kuala (BK) resmi dibatalkan. Pemerintah memutuskan kembali ke rencana awal setelah evaluasi lapangan menunjukkan bahwa kawasan simpang empat tersebut terlalu padat dan berisiko mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan wacana pemindahan videotron ke lokasi yang lebih ramai sebenarnya ditujukan untuk memperluas jangkauan informasi publik.
“Lokasi Simpang 4 itu memang terlihat strategis. Tapi setelah turun ke lapangan, kondisinya ternyata terlalu padat,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Baca Lainnya :
- Pendirian Puskesmas Diawasi Ketat, DPMPTSP Bontang Wajibkan Verifikasi Digital untuk Mutu Layanan0
- PAD PBG Rumah Tinggal Seret, Pendapatan Kini Bergantung pada Proyek Industri Besar0
- Pemkot Bontang Terapkan Batasan di Tengah Kemudahan Perizinan Waralaba Era Omnibus Law0
- Soal Pengesahan Raperda Insentif Investasi, DPMPTSP Bontang Tunggu Kepastian RUPM Baru0
- Regulasi Belum Rampung, Pembahasan Raperda Insentif Penanaman Modal Bontang Mundur ke 20270
Simpang Jalan KS Tubun, Panjaitan, Kapten Piere Tendean, Awang Long merupakan salah satu titik pergerakan kendaraan tersibuk di Kota Bontang. Pemerintah khawatir pemasangan videotron di area tersebut akan memperbesar risiko kecelakaan, terutama pada jam padat lalu lintas.
Aspiannur menjelaskan bahwa kekhawatiran bukan hanya soal arus kendaraan, tetapi juga terkait stabilitas pondasi dan ruang kerja teknis. Pemasangan videotron membutuhkan area aman untuk instalasi, pemeliharaan, dan akses teknisi menjadi sesuatu yang sulit dipenuhi di lokasi yang sempit dan padat.
Dengan pertimbangan itu, pemerintah menetapkan videotron tetap akan dipasang di Terminal Bontang Kuala sesuai rencana awal. Perangkat tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2025.
“Kalau rencana awal itu kan memang di terminal masuk BK itu kemudian di wacanakan ke simpang 4 tapi karena setelah survey akhirnya diputuskan untuk kembali ke lokasi awal,” jelasnya.
Sementara itu, dua videotron lain sudah berdiri di Tugu Selamat Datang dan Simpang 4 Loktuan. Namun keduanya belum berfungsi karena masih menunggu instalasi kelistrikan.
“Travonya masih dalam pengiriman jadi belum difungsikan,” terang Aspiannur.
Pemkot Bontang berharap keberadaan videotron ini dapat memperkuat transparansi dan memperluas penyebaran informasi layanan perizinan ke masyarakat tanpa mengorbankan aspek keselamatan jalan. (Adv)










.jpg)
