- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Rencana Pembangunan RS Internasional di Samarinda Disambut Positif, DPRD Ingatkan Pemerataan Layanan

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Rencana Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk membangun Rumah Sakit (RS) Internasional di kawasan samping Hotel Atlet Samarinda mendapat tanggapan positif dari DPRD Kaltim. Namun, DPRD mengingatkan agar pembangunan tersebut tidak melupakan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan di seluruh wilayah provinsi.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kaltim, khususnya di ibu kota provinsi.
“Secara pribadi, saya sangat bergembira dengan ide ini. Ini merupakan langkah positif untuk peningkatan fasilitas kesehatan,” ujar Damayanti.
Baca Lainnya :
- Sigit Wibowo Dorong Balikpapan Siapkan Langkah Konkret Hadapi Banjir dan Cuaca Ekstrem0
- Permasalahan Aset Pemprov Kaltim Kembali Disorot, DPRD Dorong Pembentukan Pansus0
- Ananda Moeis: DPRD Kaltim Fokus Kerja, Tak Terpengaruh Putusan MK soal Pemilu Terpisah0
- DPRD Kaltim Susun Agenda Masa Sidang II 2025, Banmus Bahas Pansus dan Dokumen Strategis0
- Makmur Ingatkan Pemprov Kaltim Soal Wacana Pengambilalihan Pulau Kakaban: Jangan Gegabah!0
Namun, ia menekankan bahwa layanan kesehatan tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar seperti Samarinda atau Balikpapan. Menurutnya, daerah-daerah terluar dan terpencil juga harus mendapatkan perhatian dan fasilitas yang setara.
“Harus menjadi catatan bersama bahwa yang membutuhkan pelayanan kesehatan itu tidak hanya di Samarinda. Ada kota-kota dan wilayah terpencil lain yang sangat membutuhkan layanan medis yang layak,” tegasnya.
Damayanti mengingatkan agar pembangunan RS Internasional tidak membuat pemerintah abai terhadap warga di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan. Ia berharap pembangunan infrastruktur kesehatan dilakukan secara inklusif dan merata.
“Masyarakat Kaltim itu bukan hanya di Samarinda atau Balikpapan. Warga di daerah terluar juga memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Menanggapi potensi persaingan antar rumah sakit, Damayanti menilai bahwa kehadiran RS Internasional justru dapat menjadi pelengkap, bukan pesaing, dari rumah sakit yang ada saat ini, seperti RSUD Abdul Wahab Sjahranie.
“Kalau bicara persaingan, saya kira tidak. Justru RS Internasional bisa membantu, karena layanan di rumah sakit besar yang ada saat ini pun masih sangat terbatas,” katanya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit berkelas internasional harus tetap mempertimbangkan prinsip keadilan dan pemerataan, agar semua masyarakat Kaltim, tanpa terkecuali, bisa merasakan manfaat pembangunan sektor kesehatan.
“Pemerintah provinsi tidak boleh abai terhadap masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota. Mereka juga berhak atas pelayanan kesehatan yang sama,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
