Breaking News
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Permasalahan Aset Pemprov Kaltim Kembali Disorot, DPRD Dorong Pembentukan Pansus

Keterangan Gambar : Rapat Paripurna ke-21 DPRD Kaltim. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Persoalan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali mencuat dalam Rapat Paripurna ke-21 DPRD Kaltim yang digelar pada Selasa (1/7/2025). Anggota Komisi IV, Sarkowi V Zahry, menegaskan perlunya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Aset untuk menuntaskan berbagai persoalan yang selama ini belum terselesaikan.
Dalam interupsinya, Sarkowi menyampaikan bahwa DPRD kerap menerima berbagai keluhan terkait pengelolaan aset, khususnya aset yang merupakan limpahan dari perubahan kewenangan antara kabupaten/kota ke provinsi.
“Kita sering menerima aspirasi terkait aset, termasuk yang merupakan peninggalan dari perubahan kewenangan. Sampai sekarang masih menyisakan ketidakberesan,” ujarnya di hadapan pimpinan dewan.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan aset daerah kembali menjadi temuan penting dalam laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena itu, menurutnya, DPRD harus mengambil langkah serius dan konkret.
“Sejauh ini mungkin bisa diberikan informasi, bagaimana kelanjutan rencana pembentukan Pansus Aset? Apakah sudah dibicarakan dengan Gubernur atau masih dalam tahap koordinasi?” tanya Sarkowi.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, memastikan bahwa proses pembentukan Pansus Aset sedang berjalan. Ia menyebutkan bahwa setiap fraksi telah diminta mengajukan nama perwakilan anggotanya.
“Soal pansus, Pak Sarkowi, saat ini sedang berproses. Kita sudah minta kepada masing-masing fraksi untuk mengirimkan nama-nama anggotanya. Insya Allah dalam waktu dekat akan kami informasikan,” jelas Hasanuddin.
Meskipun belum merinci batas waktu pembentukan pansus, Hasanuddin menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut dan menyampaikan perkembangannya secara terbuka.
Permasalahan aset menjadi salah satu catatan penting dalam tata kelola pemerintahan di Kaltim. DPRD berharap pembentukan pansus dapat menjadi solusi jangka panjang dalam penataan dan optimalisasi aset daerah secara transparan dan akuntabel. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpg)
