- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Poros Samarinda - Bontang Jadi Sorotan Dewan Kaltim

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Jalan Poros Samarinda menuju Bontang saat ini menjadi sorotan DPRD Kaltim. Khususnya terdapat wilayah yang kerap mengalami banjir jika terjadi hujan berintensitas tinggi yaitu wilayah Desa Suka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Agus Aras menerangkan saat ini diperlukannya pemantapan jalan poros tersebut. Di sana kata dia, terdapat jembatan yang sering mengalami banjir. Menurut dia, infrastruktur seperti ini yang mesti diperbaiki, karena merupakan titik jalan rusak yang rawan kemacetan.
“Saya memperhatikan jalan poros Samarinda-Bontang ini memang perlu dilakukan pemantapan,” ucap Agus Aras, Selasa (28/2/2023).
Baca Lainnya :
- Dewan Minta Perbaiki Sistem Beasiswa Kaltim, Buntut Dari Temuan Penyaluran Tak Tepat Sasaran0
- Pansus IP DPRD Kaltim Temukan Puluhan Truk Pengangkut Karung Batu Bara Beraktivitas Sekitar IKN0
- Pansus Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah Sambangi Pemprov DKI Jakarta0
- Ketua Komisi II DPRD Kaltim Soroti Persoalan Ganti Rugi Lahan di Ring Road 0
- Nidya Listiyono Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Menjelang Pemilu Serentak 20240
Ia menyebut pemantapan jalan poros Samarinda menuju Bontang sejatinya tahun 2023 ini bisa ditingkatkan, baik menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) maupun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi.
Karena menurutnya, hal itu terjadi lantaran kawasan tersebut seharusnya menjadi daerah tangkapan air. Namun, sejauh ini kenyataannya terlihat bangunan telah berdiri di sekitarnya, sehingga semakin lama aliran tangkapan air itu bermuara ke arah jalan dan jembatan penghubung.
Lanjutnya, beberapa waktu lalu pernah mengalami banjir yang cukup besar, karena wilayah itu harusnya sebagai daerah tangkap air, namun karena kondisi jembatan amat sempit, sehingga bila mobil melintas perlu bergantian untuk melintasinya.
“Diharapkan kondisi seperti itu bisa tuntas pada tahun 2023 ini,” jelasnya.
Diakuinya hingga saat ini penanganan terhadap jalan dan jembatan sudah memasuki tahap perencanaan tinggal menunggu realisasi kegiatan, hal itu sesuai hasil koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
"Informasi yang kami terima kegiatannya akan berjalan pada 2023 mendatang dengan menggunakan anggaran APBN dan semoga cepat terealisasi," pungkasnya. (Ar/Adv)










.jpg)
