- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Nidya Listiyono Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Menjelang Pemilu Serentak 2024

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan hal yang tak baik ataupun sesuatu yang dapat memecah belah persatuan sehingga dapat merugikan keutuhan bangsa dalam menyambut pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilangsungkan pada tahun 2024 mendatang,
"Berpolitik ada kontesnya sendiri, makanya perlu diikuti kontes secara sportif dan jangan malah dijadikan senjata untuk merugikan orang lain," ungkapnya, Kamis (9/3/2023).
Nidya juga mengajak masyarakat agar lebih pintar dalam berpikir sehingga isu-isu sara yang dapat merugikan bisa terhindarkan, terutama pada lingkungan sosial.
Baca Lainnya :
- Badan Kehormatan DPRD Kaltim: Jangan Kampanye Saat Reses0
- Banyak Temuan Didapatkan Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim0
- SDM Kaltim Perlu Ditingkatkan Dalam Menyambut Kehadiran IKN Nusantara 0
- Musrenbang Tingkat Kelurahan Sungai Merdeka, Masyarakat ingin Normalisasi Sungai0
- Sektor Pertanian Perlu Perhatian Lebih, Wakil Ketua DPRD Kaltim: Membangun Kemandirian Pangan0
"Perlu ada yang dikolaborasikan bersama masyarakat untuk menepis isu-isu sara dalam menyambut momentum politik itu, isu sara itu tidak baik dilakukan untuk bangsa ini," terangnya.
Menurut Nidya, pemerintah dan penyelenggara pemilu juga harus berpikir agar masyarakat paham dan dapat melakukan apa yang telah disosialisasikan sehingga kecintaan bangsa Indonesia terus terawat.
"Makanya sosialisasi soal momentum politik itu rutin dilakukan agar masyarakat paham mekanismenya seperti apa nanti. Jangan sampai ada yang salah kiprah malah menjadikan itu adalah sesuatu perpecahan," sebutnya. (Ar/Adv)










.jpg)
