- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pengelolaan Sampah Samarinda Dorong Perubahan Pola Pikir Warga

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Samarinda, Jasno. (istimewa)
SAMARINDA – Persoalan sampah di Kota Samarinda dinilai tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan mengandalkan peran pemerintah. DPRD Kota Samarinda menegaskan perlunya perubahan pola pikir masyarakat, dari sekadar pengamat menjadi bagian aktif dalam sistem pengelolaan lingkungan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, menyebut pengelolaan sampah saat ini telah memasuki fase transisi, dari pendekatan pembuangan menuju pengendalian dan pengurangan. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat agar hasilnya berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah itu proses panjang. Kalau hanya pemerintah yang bekerja, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Baca Lainnya :
- Wilayah Pinggiran Samarinda Masih Kering, DPRD Desak Pemerataan Layanan Air Bersih0
- DPRD Samarinda Nilai Literasi Belum Jadi Prioritas Pembangunan SDM0
- Perda Dinilai Tumpul di Lapangan, DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Pengawasan Lingkungan0
- DPRD Samarinda Soroti Kualitas Serapan Kerja, Bukan Sekadar Ketersediaan Lowongan0
- Sekolah di Kawasan Padat Dinilai Rawan, DPRD Samarinda Dorong Audit Keselamatan Pendidikan0
Ia menilai langkah perbaikan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan menunjukkan adanya arah kebijakan baru yang lebih terstruktur. Revitalisasi kawasan TPA serta rencana penghentian sistem open dumping disebut sebagai fondasi awal pembenahan tata kelola sampah kota.
“Sekarang arahnya bukan lagi buang dan tutup mata, tapi bagaimana mengendalikan dampak dan mengurangi timbulan sampah,” katanya.
Jasno menegaskan, perubahan di sisi hilir harus dibarengi dengan perubahan perilaku di hulu, terutama di tingkat rumah tangga. Kebiasaan memilah sampah dan disiplin membuang sampah pada tempatnya dinilai menjadi kunci keberhasilan kebijakan jangka panjang.
“Kalau dari rumah tidak berubah, teknologi secanggih apa pun di TPA tidak akan cukup,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kritik publik tetap penting, namun harus disertai kontribusi nyata. Kritik tanpa keterlibatan, menurutnya, justru berisiko memperlebar jarak antara kebijakan dan praktik di lapangan.
“Kritik itu sah, tapi lebih penting lagi ikut terlibat. Lingkungan ini milik kita bersama,” ucap Jasno.
Ke depan, Pemkot Samarinda disebut tengah menyiapkan berbagai opsi pengelolaan modern, termasuk pemanfaatan teknologi dan penataan ulang kawasan pembuangan akhir. DPRD berharap langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat.
“Kalau warga mulai bergerak dari rumah masing-masing, perubahan besar itu akan terasa,” tandasnya.










.jpg)
