- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Neni Buka Kegiatan Sosialisasi dan Workshop Audit Sistem Kearsipan Internal

Keterangan Gambar : Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan sosialisasi (ist).
Analognews.id, BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Workshop Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI), yang digelar di Ballroom Hotel Grand Mutiara, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para kepala perangkat daerah serta menghadirkan narasumber ahli dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Afif Akhda Luqmana. Sebanyak 148 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap bidang di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), turut mengikuti kegiatan strategis tersebut.
Neni Moerniaeni menegaskan bahwa paradigma lama yang menganggap arsip, hanya sebagai tumpukan dokumen harus segera ditinggalkan. Menurutnya, di era pemerintahan modern dan transparan, arsip memiliki peran penting sebagai aset sekaligus bukti autentik dalam proses pengambilan keputusan.
Baca Lainnya :
- Wakil Wali Kota Tekankan Sinkronisasi Program OPD Menuju Indonesia Emas 20450
- Gelar Workshop Penyusunan Roadmap Pembangunan Kependudukan 2026, Wawali: Pengelolaan Penduduk Harus 0
- UPT PPA Bontang Siapkan Safe House Rahasia untuk Lindungi Korban Kekerasan0
“Arsip tidak hanya merekam jejak kegiatan, tetapi juga merupakan bukti sah yang sesuai dengan prinsip serta kaidah standar kearsipan,” ucapnya.
Selain itu, ia turut menjelaskan bahwa Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) merupakan proses penilaian independen dan objektif, untuk memastikan seluruh perangkat daerah telah menjalankan tata kelola kearsipan sesuai regulasi yang berlaku.
Bahkan, hasil dari penilaian ASKI juga memiliki pengaruh besar terhadap pengawasan kearsipan daerah. Neni menyebutkan, nilai ASKI memiliki bobot signifikan, yakni mencapai 40 persen dari total hasil pengawasan kearsipan Kota Bontang.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah untuk serius memperkuat sistem pengelolaan arsip, baik dari sisi administrasi, digitalisasi, maupun kepatuhan terhadap standar kearsipan nasional.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berharap kualitas tata kelola arsip di setiap OPD, semakin meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan profesional.










.jpg)
