- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Longsor di Area Terowongan Samarinda, Andriansyah Minta Warga Tak Khawatir

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Samarinda pada (12/05/2025) telah mengakibatkan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di wilayah Kota Tepian.
Salah satu lokasi terdampak adalah area lereng inlet terowongan Samarinda yang berlokasi di Jalan Sultan Alimuddin. Pada lokasi tersebut, terjadi pergerakan lereng di area sisi kanan portal terowongan.
Meskipun peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Kota Samarinda, Anggota Komisi III DPRD Samarinda Andriansyah, memberikan pernyataan yang menenangkan.
Baca Lainnya :
- Viktor Yuan Harap Disporapar Samarinda Pisah Jadi 2 OPD0
- Pembinaan Angkot di Samarinda Dipertanyakan, DPRD Menilai Pemkot Kurang Maksimal0
- Iswandi Minta Pengawasan BUMD Dapat Dilakukan Secara Transparan dan Berbasis Data0
- Deni Hakim Sebut Revitalisasi Pasar Pagi Harus Prioritaskan Keamanan0
- Longsornya Terowongan Samarinda, Deni Hakim Beri Komentar0
Dirinya mengatakan bahwa struktur lereng saat ini masih belum menjadi struktur yang permanen. Masih bersifat sementara.
“Itu memang untuk sementara, belum permanen ya. Sifatnya itu penahan sementara gitu, supaya orang bisa beroperasional bekerja menyelesaikan terowongan," jelasnya.
“Nanti kalau terowongan itu sudah jadi, baru dibuat yang permanennnya,” tambahnya.
Lebih lanjut kata dia, Wali Kota Samarinda telah menyampaikan bahwa struktur lereng di bagian inlet terowongan dijamin kuat. Pembangunan terowongan memang telah dilakukan kajian teknis yang rinci. Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan peristiwa tersebut.
“Jadi tidak perlu ada rasa khawatir juga di masyarakat. Jangan khawatir, karena itu memang untuk menahan dulu longsoran tanah selama beraktifitas,” tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
