- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Samarinda Kritik Kondisi Rumah Aman Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti, menyoroti sejumlah kekurangan pada rumah aman yang disediakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda bagi korban kekerasan perempuan dan anak.
Puji sapaan akrabnya, mengatakan bahwa rumah aman ini belum sepenuhnya aman. “Samarinda ini sudah punya rumah aman. Tapi rumah aman itu sudah bagus ya menurut PPA itu sudah bagus tapi menurut kami itu belum,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya lingkungan yang steril dan sistem pengamanan yang ketat di rumah aman tersebut. Puji menyarankan agar pengamanan tidak hanya melibatkan petugas satpam, tetapi juga personel kepolisian untuk memastikan keamanan dan perlindungan maksimal bagi para korban.
Baca Lainnya :
- Premanisme Berkedok Ormas di Samarinda, Adnan Beri Komentar0
- 5 OPD Samarinda Diminta Kolaborasi Tangani Banjir0
- Longsor di Area Terowongan Samarinda, Andriansyah Minta Warga Tak Khawatir0
- Viktor Yuan Harap Disporapar Samarinda Pisah Jadi 2 OPD0
- Pembinaan Angkot di Samarinda Dipertanyakan, DPRD Menilai Pemkot Kurang Maksimal0
Tak hanya itu, rumah aman juga memiliki akses yang mudah ke fasilitas kesehatan maupun fasilitas pendidikan. Sehingga korban pun tidak mengalami trauma yang lebih berat lagi.
“Nah kalau bisa begitulah pokoknya akses terhadap pelayanan kesehatan layanan pendidikan itu semua tersambung,” sebutnya.
Terakhir, Puji berharap agar DP2PA Samarinda bisa lebih menyiapkan rumah aman yang lebih mumpuni kepada korban kekerasan perempuan dan anak. Karena sejatinya, rumah aman menjadi wadah korban merasa terlindungi. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
