DPRD Kutai Timur Dorong Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy untuk Maksimalkan PAD

By Redaksi 05 Agu 2024, 11:58:32 WIB DPRD Kutim
DPRD Kutai Timur Dorong Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy untuk Maksimalkan PAD

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman


ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman, mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan perhatian terhadap pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy. Menurut Faizal, KEK Maloy memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) jika industri hilirisasi hasil kelapa sawit dikelola secara optimal.

“Potensi PAD sangat besar jika pemerintah memanfaatkan industri hilirisasi pengolahan hasil kelapa sawit,” ungkap Faizal Rachman kepada media baru-baru ini.

Saat ini, sebagian besar pabrik pengolahan kelapa sawit di Kutim hanya memproduksi crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Faizal menilai bahwa masih ada banyak peluang untuk mengolah produk turunan CPO yang dapat meningkatkan PAD, seperti minyak goreng, salad oil, sabun, dan margarine.

Baca Lainnya :

“Semua produk turunan ini bisa dimaksimalkan untuk mendongkrak PAD Kutim,” ujar Faizal, yang merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Faizal juga menyadari tantangan dalam menghadirkan industri hilirisasi CPO di Kutim. Oleh karena itu, dia menekankan perlunya komitmen dari pemerintah daerah untuk memberikan kepastian hukum kepada investor. “Investor membutuhkan kepastian hukum dan keseriusan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif,” tambahnya.

KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 85 tahun 2014, dikenal kaya akan sumber daya alam seperti kelapa sawit, kayu, dan energi. 

Namun, hingga saat ini, kawasan ini belum mencapai target investasi yang diharapkan. Pada tahun 2023, total investasi yang masuk ke KEK Maloy baru mencapai Rp 100 miliar, jauh dibandingkan dengan KEK di daerah lain yang sudah mengumpulkan investasi hingga triliunan rupiah.

Faizal berharap pemerintah Kutim dapat mempercepat pengembangan KEK Maloy untuk menarik lebih banyak investor dan memanfaatkan potensi ekonomi yang ada dengan lebih efektif. (Adv)



Views: 678




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.