- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kutai Timur Fokus pada Pemberdayaan UMKM untuk Atasi Pengangguran

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), David Rante
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), David Rante, menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai strategi utama untuk menurunkan angka pengangguran.
David, yang juga anggota Partai Gerindra, mengungkapkan bahwa UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian daerah, bukan hanya dalam peningkatan ekonomi tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja.
“UMKM sangat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah dan pengurangan pengangguran. Untuk itu, mereka perlu didorong agar memanfaatkan teknologi,” ujar David.
Baca Lainnya :
- DPRD Kutai Timur Percepat Proses Pengesahan APBD 2025, Biar Pembangunan Lancar0
- DPRD Kutai Timur Apresiasi Percepatan Raperda Perkebunan Berkelanjutan0
- DPRD Kutai Timur Perjuangkan Solusi Beasiswa bagi Pelajar Terpencil0
- Anggota DPRD Kutai Timur Serap Aspirasi Warga dalam Reses di Dapil III0
- Anggota DPRD dan Wakil Bupati Kutai Timur Dorong Kolaborasi Digital di Harkitnas ke-1660
Ia menambahkan, digitalisasi dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha.
David Rante menekankan pentingnya teknologi informasi dalam mempromosikan dan menjual produk. “Saat ini teknologi sangat canggih, dan UMKM di Kutim harus bisa bersaing dalam hal promosi dan penjualan produk,” katanya.
Ia juga menyadari bahwa tingginya angka pengangguran di Kutai Timur sebagian besar merupakan dampak dari pandemi COVID-19, yang mengakibatkan banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membuat banyak pelaku UMKM gulung tikar.
“Pasca corona, dampak-dampak negatif masih dirasakan oleh masyarakat, termasuk PHK massal dan penurunan usaha UMKM,” jelasnya.
Meskipun demikian, David tetap optimis dan terus mendorong pemberdayaan UMKM. Dengan kehadiran ibu kota nusantara (IKN), ia menilai pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang terampil untuk meningkatkan perekonomian daerah ke depan. (Adv)

Views: 572










.jpg)
