- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kaltim Usul Bentuk Perusda Pertanian

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim mengusulkan Pemprov Kaltim agar dapat membentuk Perusahaan Daerah (Perusda) barundi sektor pertanian.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menerangkan tujuan Perusda tersebut agar Pemprov Kaltim dapat mulai meningkatkan produksi pertanian yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Sebab sejauh ini, ketika berbicara ketahanan pangan, Kaltim masih terbilang belum memiliki kemandirian.
"Perusda kita selama ini yang ada justru yang menangani sektor-sektor yang sudah ada pasarnya dan banyak pesaingnya, coba yang kita rebut yang belum ada penggeraknya di situ, kita mampu bersaing," kata Samsun, Selasa (28/2/2023).
Baca Lainnya :
- Poros Samarinda - Bontang Jadi Sorotan Dewan Kaltim0
- Dewan Minta Perbaiki Sistem Beasiswa Kaltim, Buntut Dari Temuan Penyaluran Tak Tepat Sasaran0
- Pansus IP DPRD Kaltim Temukan Puluhan Truk Pengangkut Karung Batu Bara Beraktivitas Sekitar IKN0
- Pansus Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah Sambangi Pemprov DKI Jakarta0
- Ketua Komisi II DPRD Kaltim Soroti Persoalan Ganti Rugi Lahan di Ring Road 0
Dirinya mengaku jika nantinya usulan itu direalikasikan, maka pihaknya akan berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pertanian di Kaltim. Bahkan, ia juga siap mengawal anggaran untuk penyertaan modal pada perusda tersebut.
"Kita harus buat inovasi baru, kalau hanya begini saja maka kita tidak akan siap bertarung mengisi ketahanan pangan," tegasnya.
Menurutnya hingga saat ini Pemprov Kaltim belum terlalu konsen terhadap masalah pertanian di Kaltim, hal itu dibuktikan dari minimnya alokasi anggaran yang tersedia untuk sektor pertanian yang hanya sebesar 6,8 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2023 sebesar Rp 17,2 triliun.
"Sayangnya sudah alokasi yang tidak terlalu besar, terus itu terbagi lagi untuk perkebunan dan lain-lain," pungkasnya. (Ar/Adv)










.jpg)
