- Andalkan Aplikasi “Hadap Balau”, Neni: Tekan Angka Pengangguran
- Neni Sebut Kearsipan Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi di Bontang
- Perkim Bontang Belum Berencana Tambah Rusunawa di Pusat Kota, Fokus Pemetaan Kebutuhan Berdasarkan D
- Perkim Bontang Genjot Perbaikan Unit Rusunawa Rusak, Target Kurangi Daftar Tunggu Penghuni
- Perkim Bontang Sebut Untuk Antrean Hunian di Rusunawa Api-Api dan Loktuan Masih Mengular
- Perbedaan Tarif Rusunawa Disesuaikan dengan Kondisi Bangunan, Bukan Fasilitas
- Perkim Bontang Terapkan Tarif Bertingkat di Rusunawa, Lantai Bawah Lebih Mahal karena Akses Lebih Mu
- Tarif Rusunawa di Bontang Berbeda Tiap Lantai, Perkim Pastikan Fasilitas Tetap Sama
- Sepi Peminat, Rusunawa Guntung Jadi Bahan Evaluasi Perkim Bontang
- Akses Jauh Jadi Kendala, Peminat Rusunawa Guntung Masih Relatif Rendah
DP3AKB Bontang Dorong Penguatan Kelembagaan KRPPA di Seluruh Kelurahan

Keterangan Gambar : Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang, Jamila Suyuti
Analognews.id, BONTANG - Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang, Jamila Suyuti mendorong penguatan kelembagaan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) sebagai upaya mendukung terwujudnya Kota Layak Anak di Bontang.
Baca Lainnya :
- DKP3 Bontang Pastikan Ribuan Hewan Kurban Bebas PMK dan Layak Konsumsi0
- Pemkot Bontang Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul adha0
- Peringatan Harkitnas di Bontang Tekankan Tantangan Kedaulatan Digital0
- Wali Kota Bontang Dorong Sineas Muda Ciptakan Karya Film Orisinal0
- Optimis, Pemkot Bontang Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 12,5 Persen di 20260
Menurut Jamila, saat ini baru dua kelurahan yang telah membentuk kelembagaan KRPPA, yakni Kelurahan Bontang Baru dan Satimpo. Karena itu, pihaknya berharap kelurahan lain dapat segera mengikuti langkah serupa.
“Tujuan utamanya untuk memperkuat kelembagaan KRPPA dan mendukung terwujudnya Kota Layak Anak melalui kelurahan serta kecamatan yang ramah perempuan dan anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai bentuk advokasi dan pendampingan, termasuk mendorong pembentukan Relawan SAPA atau Sahabat Perempuan dan Anak di tingkat kelurahan.
“Nantinya kelurahan yang sudah membentuk KRPPA juga akan memiliki relawan SAPA yang membantu mendukung kegiatan perlindungan perempuan dan anak,” katanya.
Jamila menyebut, terdapat 10 indikator dalam program KRPPA yang menjadi acuan pelaksanaan di tingkat kelurahan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pengorganisasian perempuan dan anak, ketersediaan data pilah, regulasi pendukung, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga upaya pencegahan perkawinan usia anak.
“Ada juga indikator mengenai pola pengasuhan yang baik bagi anak serta penguatan perlindungan sosial di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, sebagian program sebenarnya telah dijalankan di sejumlah wilayah. Namun DP3AKB ingin memastikan seluruh upaya tersebut semakin diperkuat agar implementasinya lebih optimal.
“Berbagai langkah sebenarnya sudah berjalan. Sekarang bagaimana kita memperkuat kembali komitmen bersama agar program ini benar-benar diterapkan di seluruh kelurahan,” ungkap Jamila.
Ia menambahkan, DP3AKB juga terus fokus pada pelayanan perlindungan perempuan dan anak, penanganan kasus kekerasan, hingga penguatan ketahanan keluarga melalui program keluarga berencana dan pengendalian penduduk.
“Kami berharap komitmen bersama yang sudah dibangun dapat benar-benar diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata di lapangan,” pungkasnya.










.jpg)
