- Andalkan Aplikasi “Hadap Balau”, Neni: Tekan Angka Pengangguran
- Neni Sebut Kearsipan Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi di Bontang
- Perkim Bontang Belum Berencana Tambah Rusunawa di Pusat Kota, Fokus Pemetaan Kebutuhan Berdasarkan D
- Perkim Bontang Genjot Perbaikan Unit Rusunawa Rusak, Target Kurangi Daftar Tunggu Penghuni
- Perkim Bontang Sebut Untuk Antrean Hunian di Rusunawa Api-Api dan Loktuan Masih Mengular
- Perbedaan Tarif Rusunawa Disesuaikan dengan Kondisi Bangunan, Bukan Fasilitas
- Perkim Bontang Terapkan Tarif Bertingkat di Rusunawa, Lantai Bawah Lebih Mahal karena Akses Lebih Mu
- Tarif Rusunawa di Bontang Berbeda Tiap Lantai, Perkim Pastikan Fasilitas Tetap Sama
- Sepi Peminat, Rusunawa Guntung Jadi Bahan Evaluasi Perkim Bontang
- Akses Jauh Jadi Kendala, Peminat Rusunawa Guntung Masih Relatif Rendah
Perkim Bontang Terapkan Tarif Bertingkat di Rusunawa, Lantai Bawah Lebih Mahal karena Akses Lebih Mu

Keterangan Gambar : Kepala Perkim Bontang, Usman di kegiatan rapat bersama
Analognews.id, BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kota Bontang menerapkan sistem tarif sewa yang berbeda, pada unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Perbedaan tarif tersebut disesuaikan dengan posisi unit di setiap lantai bangunannya.
Baca Lainnya :
- Tarif Rusunawa di Bontang Berbeda Tiap Lantai, Perkim Pastikan Fasilitas Tetap Sama0
- Sepi Peminat, Rusunawa Guntung Jadi Bahan Evaluasi Perkim Bontang0
- Akses Jauh Jadi Kendala, Peminat Rusunawa Guntung Masih Relatif Rendah0
- Rusunawa Api-Api Jadi Primadona, Tarif Murah dan Lokasi Strategis Jadi Daya Tarik0
- Perkim Bontang Andalkan Perbaikan Fasilitas dan Digitalisasi untuk Dongkrak Hunian Rusunawa0
Kepala Perkim Bontang, Usman, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dibuat untuk memberikan rasa keadilan, bagi seluruh penghuni Rusunawa. Menurutnya, unit yang berada di lantai bawah memiliki nilai lebih, karena aksesnya lebih mudah dibandingkan unit yang berada di lantai atas.
“Penyesuaian tarif berdasarkan posisi lantai, bertujuan untuk menciptakan rasa keadilan bagi penghuni. Bagi unit di lantai bawah yang lebih mudah diakses, dikenakan tarif sedikit lebih tinggi dibanding lantai di atas,” kata Usman, Rabu (24/6/2026).
Sebaliknya, penghuni yang memilih unit di lantai atas akan dikenakan tarif lebih rendah. Hal itu karena penghuni harus menggunakan tangga, untuk bisa mencapai tempat tinggal atau unit mereka yang mereka sewa setiap harinya.
“Sedangkan unit di lantai atas memiliki tarif lebih rendah, karena penghuni harus menggunakan tangga untuk mencapai tempat tinggal mereka. Jelas harganya pun berbeda,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan tarif tersebut tidak berkaitan dengan kualitas, maupun fasilitas yang tersedia di dalam unit. Seluruh penghuni tetap mendapatkan fasilitas yang sama sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Kebijakan tarif bertingkat ini juga telah diatur dalam ketentuan yang berlaku dan menjadi bagian dari sistem, pengelolaan Rusunawa di Kota Bontang. Dengan skema tersebut, masyarakat memiliki pilihan untuk menyesuaikan lokasi unit dengan kebutuhan dan kemampuan, finansial bagi masing-masing penghuni.
Menurut Usman, sistem ini telah diterapkan untuk memberikan keseimbangan antara kemudahan akses dan biaya sewa yang dibayarkan penghuni. Unit yang lebih strategis dan mudah dijangkau memiliki tarif sedikit lebih tinggi, sementara unit yang membutuhkan usaha lebih, untuk diakses diberikan tarif yang lebih terjangkau.
Perkim berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut, sebagai bentuk pengelolaan hunian yang adil dan proporsional. Selain menyediakan tempat tinggal yang layak, pemerintah juga berupaya memastikan tarif sewa tetap terjangkau, bagi berbagai kalangan masyarakat yang membutuhkan hunian di Rusunawa.










.jpg)
