- Andalkan Aplikasi “Hadap Balau”, Neni: Tekan Angka Pengangguran
- Neni Sebut Kearsipan Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi di Bontang
- Perkim Bontang Belum Berencana Tambah Rusunawa di Pusat Kota, Fokus Pemetaan Kebutuhan Berdasarkan D
- Perkim Bontang Genjot Perbaikan Unit Rusunawa Rusak, Target Kurangi Daftar Tunggu Penghuni
- Perkim Bontang Sebut Untuk Antrean Hunian di Rusunawa Api-Api dan Loktuan Masih Mengular
- Perbedaan Tarif Rusunawa Disesuaikan dengan Kondisi Bangunan, Bukan Fasilitas
- Perkim Bontang Terapkan Tarif Bertingkat di Rusunawa, Lantai Bawah Lebih Mahal karena Akses Lebih Mu
- Tarif Rusunawa di Bontang Berbeda Tiap Lantai, Perkim Pastikan Fasilitas Tetap Sama
- Sepi Peminat, Rusunawa Guntung Jadi Bahan Evaluasi Perkim Bontang
- Akses Jauh Jadi Kendala, Peminat Rusunawa Guntung Masih Relatif Rendah
Perkim Bontang Sebut Untuk Antrean Hunian di Rusunawa Api-Api dan Loktuan Masih Mengular

Keterangan Gambar : Kepala Perkim Bontang, Usman
BONTANG – Tingginya kebutuhan hunian sewa di Kota Bontang membuat daftar tunggu calon penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) terus bertambah. Bahkan, masyarakat yang mendaftar saat ini tidak bisa langsung mendapatkan unit karena sebagian besar kamar telah terisi penuh.
Baca Lainnya :
- Perbedaan Tarif Rusunawa Disesuaikan dengan Kondisi Bangunan, Bukan Fasilitas0
- Perkim Bontang Terapkan Tarif Bertingkat di Rusunawa, Lantai Bawah Lebih Mahal karena Akses Lebih Mu0
- Tarif Rusunawa di Bontang Berbeda Tiap Lantai, Perkim Pastikan Fasilitas Tetap Sama0
- Sepi Peminat, Rusunawa Guntung Jadi Bahan Evaluasi Perkim Bontang0
- Akses Jauh Jadi Kendala, Peminat Rusunawa Guntung Masih Relatif Rendah0
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kota Bontang, Usman, mengungkapkan bahwa antrean untuk calon penghuni Rusunawa paling banyak terjadi, di Rusunawa Api-Api dan Rusunawa Loktuan.
“Untuk sampai saat ini, di Rusunawa Api-Api dan Loktuan daftar antrean calon penghuninya terbilang cukup panjang. Tidak bisa apabila daftar langsung dapat unit,” ungkapnya, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap kedua Rusunawa tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari lokasi yang dinilai strategis, kemudahan akses, hingga tarif sewa yang relatif terjangkau dibandingkan pilihan hunian lainnya.
Usman menjelaskan bahwa hampir seluruh unit yang tersedia di Rusunawa Api-Api dan Loktuan, saat ini telah terisi oleh penghuni. Kondisi itu membuat calon penyewa harus masuk dalam daftar tunggu, sambil menunggu adanya unit yang kosong.
“Semuanya di kedua Rusunawa itu termasuk penuh atau full. Jadi kalau mau menempati unit tidak bisa langsung dapat,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa unit yang belum dapat dimanfaatkan karena mengalami kerusakan dan masih menunggu, proses perbaikan dari pemerintah.
“Tetapi ada juga beberapa unit yang rusak dan belum kami perbaiki,” tambahnya.
Berbeda dengan Rusunawa Api-Api dan Loktuan, tingkat antrean di Rusunawa Guntung masih relatif rendah. Hal ini berkaitan dengan minat masyarakat yang belum setinggi dua Rusunawa lainnya, salah satunya karena faktor lokasi yang dianggap cukup jauh dari pusat aktivitas warga.










.jpg)
