- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Peringatan Harkitnas di Bontang Tekankan Tantangan Kedaulatan Digital

Keterangan Gambar : upacara peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Bontang
Analognews.id, BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memimpin upacara peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu (20/5/2026), dengan membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Bontang Dorong Sineas Muda Ciptakan Karya Film Orisinal0
- Optimis, Pemkot Bontang Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 12,5 Persen di 20260
- Wali Kota Bontang Tutup Turnamen Bola Voli Dandim Cup 20260
- Wakil Wali Kota Bontang Lepas 112 Jamaah Haji ke Tanah Suci0
- Agus Haris Ingatkan Pentingnya Disiplin dalam Turnamen Soccer Kids Bontang0
Dalam amanat tersebut, Harkitnas dipaknai sebagai tonggak penting lahirnya kesadaran kolektif bangsa Indonesia yang ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada 1908. Peristiwa itu disebut sebagai awal bangkitnya semangat persatuan dan identitas kebangsaan.
“Berdirinya Boedi Oetomo menjadi penanda bangkitnya kesadaran berbangsa, sebuah momen ketika rakyat mulai melihat dirinya sebagai satu kesatuan,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan.
Pemerintah juga menilai bahwa makna kebangkitan nasional terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Pada 2026, tantangan yang dihadapi bangsa tidak lagi semata soal wilayah, tetapi bergeser ke ranah penguasaan informasi dan percepatan transformasi digital.
“Memasuki era saat ini, tantangan kita bukan hanya menjaga kedaulatan teritorial, tetapi juga memastikan kedaulatan di bidang informasi dan teknologi digital,” lanjutnya.
Tema peringatan tahun ini, Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara, disebut mencerminkan pentingnya peran generasi muda sebagai pilar masa depan. Seluruh elemen masyarakat diajak untuk menjaga dan membimbing anak-anak agar tumbuh dalam lingkungan yang sehat, termasuk di ruang digital.
“Tema ini mengajak kita semua untuk menjaga generasi muda sebagai aset bangsa, agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan mengatur akses anak terhadap media sosial. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memastikan ruang digital tetap aman dan sesuai dengan tahap perkembangan usia.
“Kita ingin memastikan anak-anak Indonesia dapat mengakses ruang digital yang aman, sehat, dan sesuai dengan usia mereka,” sebutnya.
Selain itu, sejumlah program prioritas nasional turut disoroti, mencakup sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi berbasis desa. Upaya tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi besar membangun kemandirian bangsa melalui kolaborasi seluruh elemen.
“Kemajuan bangsa ditentukan oleh kemampuan kita untuk berdiri di atas kekuatan sendiri, dengan semangat persatuan dan visi yang sama,” tegasnya.
Menutup amanatnya, seluruh elemen masyarakat diajak menjadikan Harkitnas sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta menjaga arah pembangunan agar tetap berorientasi pada kemajuan bersama.
“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai penguat semangat kebersamaan, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan berjalan untuk kesejahteraan seluruh rakyat,” tutupnya.










.jpg)
