- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Abdi Firdaus Komitmen Berjuang untuk Listrik 24 Jam di Desa Tepian Raya dan Tepian Madani

Keterangan Gambar : anggota DPRD Kutai Timur, Abdi Firdaus
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Desa Tepian Raya dan Tepian Madani di Kecamatan Bengalon selama bertahun-tahun belum menikmati listrik 24 jam, sebuah kondisi yang menarik perhatian khusus dari anggota DPRD Kutai Timur, Abdi Firdaus. Politikus Partai Demokrat ini bertekad untuk memperjuangkan akses listrik yang lebih baik bagi masyarakat di daerah pemilihannya.
“Keinginan dua desa ini akan saya perjuangkan dan prioritaskan melalui dana aspirasi. Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati pelayanan listrik 24 jam,” ujar Abdi Firdaus dalam pernyataan kepada media.
Saat ini, warga kedua desa tersebut hanya mengandalkan mesin genset untuk sumber listrik, yang terbatas waktu dan harus dihemat bahan bakarnya. Kondisi ini dianggap sangat memprihatinkan, dengan pemerintah dinilai belum optimal dalam pemerataan pembangunan.
Baca Lainnya :
- Faizal Rachman Kritik Hutang Pemkab Kutai Timur Tahun 2022 dan 20230
- Novel Tyty Paembonan Ajak Generasi Muda Kutai Timur Jauhi Risiko HIV/AIDS0
- Ketua DPRD Kutai Timur Kritik Ketidakhadiran Sekda dalam Rapat Pembahasan APBD 20250
- Ketua DPRD Kutai Timur Tuntut Realisasi Anggaran Pendidikan yang Lebih Optimal0
- Pembangunan Bandara di Kutai Timur Tersendat Perizinan, DPRD Terus Suarakan Solusi0
“Listrik di sana menyala hanya dari pukul 6 sore sampai 12 malam. Ini sangat menyedihkan, apalagi desa-desa ini termasuk daerah transmigrasi yang seharusnya mendapatkan layanan listrik yang memadai. Meskipun saya tidak lagi menjadi anggota legislatif, perjuangan ini adalah tanggung jawab moral saya,” tambah Abdi Firdaus.
Di sisi lain, pemerintah kabupaten Kutai Timur menunjukkan komitmennya dalam pemerataan aliran listrik. Desa Bukit Permata di Kecamatan Kaubun baru-baru ini merayakan pencapaian penting. Dalam momen ulang tahun ke-25 desa tersebut, listrik PLN kini menyala selama 24 jam penuh.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir dalam peresmian, menyatakan bahwa kehadiran listrik 24 jam di Desa Bukit Permata memiliki makna yang mendalam. “Peresmian ini memperingati Tahun Baru Islam 1446 H, merayakan HUT ke-25 Desa Bukit Permata, dan tentu saja, meresmikan layanan listrik PLN yang kini menyala sepanjang waktu,” ujar Ardiansyah.
Sebelumnya, masyarakat Desa Bukit Permata hanya bisa mengandalkan listrik desa yang menyala selama 6 jam, serta tenaga surya dan genset pribadi. Kini, dengan adanya listrik 24 jam, diharapkan kualitas hidup warga meningkat dan pertumbuhan ekonomi desa dapat terdorong.
Komitmen Abdi Firdaus untuk memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat di Desa Tepian Raya dan Tepian Madani menjadi cermin dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di Kutai Timur. (Adv)

Views: 763










.jpg)
