- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Usulan Pemberlakuan Jam Malam Bagi Pelajar, Begini Kata Novan

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie, akan mengkaji penerapan jam malam bagi pelajar untuk mencegah dampak negatif dari kebiasaan nongkrong hingga larut malam. Dirinya khawatir aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan masalah dan perlu diantisipasi.
Tak hanya itu, akibat lingkungan yang tidak sehat bagi para pelajar menyebabkan banyak kasus dari kalangan anak muda di Kota Samarinda.
"Mungkin belum kearah sana (pemerlakuan jam malam), karena belum ada yang cukup darurat. Tapi akan dikaji agar ada langkah antisipasi," jelasnya.
Baca Lainnya :
- Samarinda Darurat Perundungan, DPRD Minta Tindakan Tegas0
- PKG di Samarinda Tak Masimal, Novan : Kurangnya Informasi Jadi Penyebabnya 0
- Pengawasan Lapas Samarinda Dipertanyakan, Ada Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas0
- Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Koperasi NU Mart0
- Reses di Lok Bahu, Muis Serap Aspirasi Ratusan Warga0
Novan sapaan akrabnya, menekankan peran penting orang tua dan lingkungan rumah dalam mencegah anak-anak berkeliaran hingga larut malam.
Dirinya menjelaskan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar akan bahaya di luar rumah pada malam hari.
"Kembali kepada orang tua itu sendiri, jika anaknya sudah di luar jam normal maka harus diingatkan," kata Novan.
Lebih lanjuta kata dia, saat ini, pendekatan persuasif masih digunakan untuk mencegah kenakalan remaja, khususnya pelajar yang sering nongkrong hingga larut malam.
Sebab, harus ada kajian mendalam penyebab melakukan pendekatan untuk mengetahui apa yang penyebab terjadinya kenakalan dikalangan remaja.
"Jadi kita tidak boleh memvonis begitu saja, harus ada pendekatan dan mengetahui apa masalah pada remaja tersebut," tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
