- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
PKG di Samarinda Tak Masimal, Novan : Kurangnya Informasi Jadi Penyebabnya

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)
EXPRESI.co, SAMARINDA - Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Samarinda belum dimanfaatkan secara maksimal, terlihat dari rendahnya partisipasi warga. Padahal, program dari pemerintah pusat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Menaggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie, menyayangkan rendahnya antusiasme warga terhadap layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma.
"Baru 700 orang yang ikut program skrining kesehatan gratis ini, jauh dari target 10% penduduk Samarinda," ungkap Novan.
Baca Lainnya :
- Pengawasan Lapas Samarinda Dipertanyakan, Ada Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas0
- Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Koperasi NU Mart0
- Reses di Lok Bahu, Muis Serap Aspirasi Ratusan Warga0
- Pasar Subuh Ditutup, Samri Shaputra Jelaskan Alasannya0
- Pasar Pagi Samarinda, Ikon Baru dengan Konsep Modern0
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, baru sekitar 774 orang yang memanfaatkan layanan ini sejak dimulai pada 15 April lalu.
Novan mengatakan bahwa rendahnya partisipasi dalam program PKG disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai program dan proses pendaftaran online.
“Jangan takut antre. Ini beda dari pelayanan biasa. Tapi ini perlu dilakukan edukasi lagi kepada warga. Di sinilah peran penting dari RT, dasawisma, dan PKK,” jelasnya.
Dirinya berharap partisipasi warga dalam program PKG dapat meningkat setidaknya 40%, mengingat layanan tersedia di 26 puskesmas tanpa batasan domisili.
“Fasilitas ini harus dimanfaatkan oleh warga. Jangan sampai tunggu sakit dulu baru mau periksa,” tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
