- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
PKG di Samarinda Tak Masimal, Novan : Kurangnya Informasi Jadi Penyebabnya

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)
EXPRESI.co, SAMARINDA - Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Samarinda belum dimanfaatkan secara maksimal, terlihat dari rendahnya partisipasi warga. Padahal, program dari pemerintah pusat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Menaggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie, menyayangkan rendahnya antusiasme warga terhadap layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma.
"Baru 700 orang yang ikut program skrining kesehatan gratis ini, jauh dari target 10% penduduk Samarinda," ungkap Novan.
Baca Lainnya :
- Pengawasan Lapas Samarinda Dipertanyakan, Ada Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas0
- Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Koperasi NU Mart0
- Reses di Lok Bahu, Muis Serap Aspirasi Ratusan Warga0
- Pasar Subuh Ditutup, Samri Shaputra Jelaskan Alasannya0
- Pasar Pagi Samarinda, Ikon Baru dengan Konsep Modern0
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, baru sekitar 774 orang yang memanfaatkan layanan ini sejak dimulai pada 15 April lalu.
Novan mengatakan bahwa rendahnya partisipasi dalam program PKG disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai program dan proses pendaftaran online.
“Jangan takut antre. Ini beda dari pelayanan biasa. Tapi ini perlu dilakukan edukasi lagi kepada warga. Di sinilah peran penting dari RT, dasawisma, dan PKK,” jelasnya.
Dirinya berharap partisipasi warga dalam program PKG dapat meningkat setidaknya 40%, mengingat layanan tersedia di 26 puskesmas tanpa batasan domisili.
“Fasilitas ini harus dimanfaatkan oleh warga. Jangan sampai tunggu sakit dulu baru mau periksa,” tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
