- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Syahrudin M Noor Minta Prioritas Penanganan Stunting di Sepaku

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menanggapi serius penanganan kasus stunting yang masih menjadi masalah besar di daerah tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera fokus dalam menangani kasus stunting, yang telah menjadi isu nasional, agar angka stunting di PPU, khususnya di Kecamatan Sepaku, dapat menurun secara signifikan.
“Pemerintah Daerah harus melakukan pendataan jumlah stunting di setiap kecamatan, serta segera melakukan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya stunting,” ujar Syahrudin M Noor.
Baca Lainnya :
- Raup Muin Ingin Pemkab PPU Kembangkan Sektor Pariwisata0
- DPRD Kabupaten PPU Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Proses Perencanaan Pembangunan0
- DPRD PPU Dorong Peningkatan Kualitas Pertanian0
- Syahrudin M Noor Dukung Kemajuan Industri Pariwisata di PPU untuk Tingkatkan PAD0
- Legislator PPU Abdul Rahman Wahid Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik0
Syahrudin menambahkan, selain memiliki angka stunting yang terbilang tinggi, Kecamatan Sepaku juga memiliki posisi strategis sebagai kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, ia meminta perhatian khusus untuk wilayah tersebut dalam penanganan stunting.
“Kita harus menghadirkan generasi yang kuat, dan fokus perhatian kita harus berada di Kecamatan Sepaku, apalagi ini adalah pusat wilayah IKN,” lanjutnya.
Menurutnya, masalah stunting di Sepaku perlu segera diselesaikan agar generasi penerus dapat tumbuh sehat dan berkualitas. Sepaku, yang akan menjadi pusat pemerintahan IKN, harus menjadi contoh dalam penanganan stunting agar dapat menciptakan dampak positif bagi daerah sekitar dan IKN itu sendiri.
Syahrudin juga mengimbau agar semua komponen yang terlibat dalam upaya penanganan stunting dapat mengambil langkah konkret. Ia berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, serta masyarakat dalam mengurangi angka stunting di daerah tersebut.
“Bukan hanya menjadi tugas pemerintah daerah, DPRD juga berkomitmen untuk membantu rencana pemerintah dalam penanganan kasus stunting. Kami akan terus mengawasi dan mendukung segala langkah yang diambil untuk mengatasi masalah ini,” jelasnya. (Adv)










.jpg)
