- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Sosialisasi Program Nyamuk Wolbachia Tak Aksimal, Dewan Sebut Masyarakat Bingung

Keterangan Gambar : Ikustrasi Nyamuk Wolbachia. (Untuk)
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Sosialisasi Program pelepasan bibit nyamuk Wolbachia di Kota Bontang dinilai Dewan tidak mekasimal.
Anggota DPRD Bontang, Faisal, menyebut efektivitas sosialisasi yang dilakukan Dinas Kesehatan terkait program ini tidk efektif.
Faisal mengatakan, sosialisasi yang dilakukan pmerintah belum mencapai tingkat yang memadai, hingga menciptakan kebingungan di kalangan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Jelang Pemilu 2024, Dewan Imbau Warga Jaga Kondusifitas0
- BW Usulkan Atlet Paralimpik di Beri Bonus0
- Menajamen PT LBB Diperiksa Tipikor Polres, Begini Tanggapan Ketua DPRD Bontang0
- Perda Pembangunan Industri Kota Bontang 2023-2043 Disahkan0
- Pasar Tamrin Masih Sepi, BW Mintah Pemerintah Cari Solusi0
"Sosialisasi tidak maksimal, informasi tidak sampai. Masyarakat jadi bingung," katanya.
Faisal pun meminta pemerintah meningkatkan sosialisasi di tingkat kelurahan atau RT agar masyarakat lebih memahami tujuan dari pelepasan bibit nyamuk Wolbachia. Menurutnya, dengan pemahaman yang baik, pro kontra terhadap program ini dapat diminimalkan.
“Banyak warga yang gak paham. Tidak paham maksud program. Kenapa malah mengembangbiakkan nyamuk. Bukannya mengurangi,” ujar Faisal.
Kebingungan itu pun kata dia karena pemerintah tidak maksimal dalam melakukan sosialisasi. Kendati demikian, Faisal memberikan dukungan penuh terhadap program pelepasan bibit nyamuk Wolbachia di Kota Bontang.
"Program ini memiliki potensi besar dalam mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan meningkatkan kesehatan masyarakat," ujar politisi partai Nasdem itu.
Terpisah, Kepala Dinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati, mengakui bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian integral dari program ini.
Meskipun sempat menuai pro kontra, seperti halnya vaksinasi Covid-19 pada awalnya, diharapkan dengan seiring waktu masyarakat akan semakin memahami dan mendukung program tersebut.
“Itulah tugas kami memberikan edukasi kepada warga, sehingga mereka paham. Agar tercapai mutu kesehatan yang optimal," tandasnya.
Disisi lain, Koordinator Layanan dan Sarana Penelitian Pengembangan dan Pengkajian, Lulu Susanti, menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kasus atau efek samping dari gigitan nyamuk Wolbachia. la mencatat bahwa uji coba pemakanan nyamuk Woibachia di Yogyakarta menggunakan umpan darah manusia, tanpa menimbulkan dampak negatif.
“Pemberian makan nyamuk Wolbachia dilakukan dengan umpan darah manusia di Yogyakarta, termasuk oleh beberapa tokoh penting. Hasilnya, tidak ada dampak negatif yang muncul. Ini adalah tindakan preventif yang telah terbukti aman," paparnya. (*)










.jpg)
