- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pasar Tamrin Masih Sepi, BW Mintah Pemerintah Cari Solusi

Keterangan Gambar : Pedagang memilih berjualan diluar pasar Tamrin. (*)
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Sepinya pengunjung pasar Taman Rawan Indah (Tamrin) menjadi perhatian DPRD. Pasar yang telah beroperasi beberapa tahun terakhir itu dinilai masih sepi pengunjung.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang. Dia mengungkapkan keprihatinannya terkait sepinya pembeli di pasar Tamrin sejak tahun 2021.
Dia menyebutkan program pemerintah yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk berbelanja di pasar gagal. Program ini kata dia seharusnya efektif dan konsisten untuk mendukung ekonomi pedagang
Baca Lainnya :
- Pemerintah Abai Perbaiki Infrastruktur BK, DPRD Kecewa0
- Ketua DPRD Bontang Imbau ASN Jaga Netralitas di Pemilu 20240
- PT Pupuk Kaltim Mangkir dari Undangan DPRD, Bahas Keluhan Warga Buffer Zone0
- Ketua DPRD Bontang Buka Suara soal Dugaan Pelecehan yang Dilakukan Pimpinan Pompes 0
- Akses Jalan Kampung Wisata BK Belum Diperbaiki, Aco Minta Keseriusan Pemkot0
"Program itu tak konsisten, hanya seremonial saja," ujar Bahktiar Wakkang kemasa wartawan, Selasa (21/11/2023).
Pria yang akrab disapa BW itu juga menyoroti peran Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (DKUKMP) dalam mencari solusi atas permasalahan ini.
Menurut BW, DKUKMP perlu memberikan kontribusi nyata untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi pedagang. "OPDnya juga harus menunjukkan keseriusan mengelola. Bukan banyak menarik retribusi, tapi juga memikirkan agar memberi keuangan pada pedagang," ujar dia.
Semantara, Kepala Diskop-UKMP Bontang, Kamilan, menjelaskan bahwa sepinya pembeli di Pasar Rawa Indah disebabkan penyebaran pedagang hingga lantai tiga. Pembeli kesulitan menjangkau lantai tersebut dan menyulitkan proses transaksi.
Kamilan juga mengakui kesulitan dalam menertibkan pedagang yang berada di tepi jalan area pasar. Menurutnya, perubahan kebiasaan ini memerlukan waktu. Sebagai solusi jangka pendek, Kamilan mencadangkan pembangunan dua lift pasar dan meningkatkan kinerja eskalator.
"Pembeli sulit menjangkau jika harus naik lagi ke lantai tiga. Dalam jangka panjang, kami berkomitmen untuk mencari inovasi lain guna meramaikan kembali Pasar Rawa Indah," kata dia. (*)










.jpg)
