- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Soal Uji Coba Vaksin TBC, Sani Bin Husain Beri Komentar

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) mendapatkan respon dari Anggota Komisi II DPRD Samarinda Sani Bin Husain. Dirinya menyampaikan bahwa uji coba semacam itu tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa pemenuhan syarat keselamatan dan etika yang ketat.
“Saya tidak ingin warga Samarinda jadi bahan uji coba vaksin jika tidak lengkap tiga syarat utama,” jelasnya.
Menurutnya, syarat pertama adalah pemetaan risiko secara menyeluruh. Efek samping dan potensi bahaya vaksin harus diketahui dan disampaikan secara transparan kepada peserta uji.
Baca Lainnya :
- Maswedi Minta Revitalisasi Kawasan Kumuh di Samarinda Prioritas di 20260
- Pasca Penembakan, DPRD Samarinda Desak Perketat Pengawasan Izin Senjata Api0
- Sekolah Unggulan di Samarinda, Ismail Dorong Pemkot Lakukan Pengawasan Ketat0
- Program Oplah di Samarinda, Viktor Yuan Beri Komentar0
- DPRD Samarinda Selidiki Dugaan Malpraktik RSHD0
“Harus dipetakan dulu efek samping dan risikonya, dan harus jelas penanganannya. Prosedur ini harus betul-betul aman dan tersampaikan jelas ke peserta uji,” ucapnya.
Kedua, soal pentingnya tanggung jawab penuh dari pihak penyelenggara jika terjadi masalah kesehatan selama atau setelah proses uji coba. “Pihak terkait harus siap bertanggung jawab penuh jika terjadi hal di luar kendali atau risiko kesehatan,” terang Sani sapaan akrabnya.
Lebih lanjut kata Sani, ketiga soal partisipasi dalam uji coba harus bersifat sukarela. Tidak boleh ada pemaksaan, terlebih terhadap anak-anak, lansia, atau warga yang tidak menyetujui keikutsertaannya.
“Uji coba tidak boleh dipaksakan pada anak-anak, orang tua, dan warga yang tidak bersedia mengikuti uji ini. Jadi tidak boleh ada paksaan dalam bentuk apa pun,” tambanya.
Pernyataan ini disampaikan menyusul kabar bahwa Indonesia akan menjadi salah satu lokasi uji coba vaksin TBC M72, yang dikembangkan oleh Bill Gates melalui Gates Foundation.
Bahkan, kabar itu diungkap langsung oleh Presiden Prabowo Subianto usai bertemu Bill Gates di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (07/05/2025).
“Beliau sedang kembangkan vaksin TBC untuk dunia, dan Indonesia akan jadi salah satu tempat uji coba,” kata Prabowo.
Gates menyatakan, uji coba vaksin M72 telah dimulai, termasuk di dua lokasi di Indonesia. Selain Indonesia, vaksin ini juga diuji di India dan sejumlah negara Afrika. Ia berharap vaksin tersebut bisa menjadi terobosan global dalam pemberantasan TBC yang masih menjadi penyakit menular mematikan.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, kasus TBC di Indonesia terus meningkat. Pada 2023 tercatat 809.000 kasus, naik dari 724.000 pada tahun sebelumnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
