- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Sekolah Unggulan di Samarinda, Ismail Dorong Pemkot Lakukan Pengawasan Ketat

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi IV DPRD.Kota Samarinda Ismail Latisi, menerangkan bahwa pihaknya tidak khawatir terkait potensi praktik suap menyuap dalam penerimaan siswa di sekolah unggulan berbasis internasional yang ada di Loa Bakung, Sungai Kunjang.
Untuk mencegah praktik suap, dirinya meminta pemerintah kota menerapkan seleksi masuk yang ketat dan transparan, berdasarkan tes dan indikator yang jelas. Hal itu Ismail Latisi katakan, untuk mengurangi kekhawatiran beberapa pihak yang risau akan munculnya praktik suap.
"Proses seleksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah, namun harus melalui tes dan berdasarkan kemampuan dan kompetensi siswa," jelas Latisi sapaan akrabnya.
Baca Lainnya :
- Program Oplah di Samarinda, Viktor Yuan Beri Komentar0
- DPRD Samarinda Selidiki Dugaan Malpraktik RSHD0
- Percepatan LPJU Samarinda Didorong Deni Hakim Anwar0
- Dua Raperda Strategis Jadi Prioritas Pembahasan DPRD Samarinda0
- Dorong Percepatan Penyelesaian Revitalisasi Pasar Pagi, Begini Kata Deni0
Guna memastikan seleksi berjalan dengan transparan, dirinya menuturkan pentingnya pengawasan dari pemerintah kota dan DPRD. "Tinggal bagaimana pengawasan ketat dari Pemkot dan DPRD supaya target yang diinginkan itu tercapai," ucapnya.
Lebih lanjut kata Latisi, keberadaan sekolah unggulan tersebut diharapkan mampu menjadi proyek percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Samarinda. Sebab, dirinya mengatakan bahwa minimal dalam setiap daerah memiliki satu sekolah unggulan yang menjadi percontohan.
"Dengan terbangunnya sekolah yang digadang bakal berbasis internasional ini, kita berharap tak meluputkan kewajiban pemerintah kota untuk tetap memperhatikan sekolah-sekolah yang lain," harapnya.
Saat ini, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mulai melakukan seleksi pengurus sekolah tersebut, termasuk kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik lainnya.
Sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2025. Dengan sistem seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan sekolah ini dapat mencetak lulusan berkualitas serta menjadi model bagi pengembangan pendidikan di Samarinda.
"Harapannya bisa menular ke sekolah lain di Samarinda," tutupnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
