- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Program Pranikah Kemenag, Novan : Dapat Tekan Angka Perceraian

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Angka perceraian di Indonesia yang mencapai 35 persen setiap tahun dan menjadi perhatian serius Kementerian Agama (Kemenag). Sebagai upaya pencegahan, Kemenag berencana meluncurkan program bimbingan pranikah yang akan berlangsung selama satu semester untuk mempersiapkan pasangan muda menghadapi tantangan pernikahan.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari DPRD Samarinda sebagai langkah mempersiapkan calon pengantin menghadapi kehidupan rumah tangga secara lebih matang.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti dampak perceraian yang sangat besar, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Oleh karena itu, ia menilai bahwa bimbingan pernikahan yang lebih intensif menjadi solusi untuk menekan angka perceraian di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Tegaskan Kewajiban Perusahaan Bayar THR, Sani : Tidak Ada Toleransi0
- Harminsyah Apresiasi Seleksi Terbuka Guru Sekolah Bertaraf Internasional di Samarinda0
- Rohim sebut Revisi Perda Penanggulangan Bencana, Solusi Kurangi Risiko Bencana di Samarinda0
- Pemerataan Pembangunan Infrastruktur di Samarinda, Sinar Beri Tanggapan0
- Aris Usulkan Teknologi Barcode Untuk Tingkatkan Transparansi Reklame0
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyatakan bahwa edukasi pernikahan harus lebih digencarkan, khususnya bagi calon pengantin muda yang masih minim pengalaman dalam berumah tangga.
“Peningkatan sosialisasi tentang hukum pernikahan dan persiapan pasca pernikahan sangat penting untuk membangun rumah tangga yang lebih kuat,” jelasnya.
Novan sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat dengan memberikan masukan terkait kurikulum pendidikan pranikah yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat setempat.
Di sisi lain, program pranikah dengan durasi lebih panjang berpotensi membuka celah bagi praktik percaloan. Namun, Novan optimistis bahwa Kemenag memiliki mekanisme pengawasan yang ketat untuk mencegah penyimpangan tersebut.
“Jika ada potensi penyalahgunaan, itu menjadi tanggung jawab pengawasan Kemenag agar program ini benar-benar berjalan sesuai tujuannya,” terangnya.
Lebih lanjut kata Novan, menambahkan bahwa faktor perceraian di Indonesia cukup kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, kurangnya komunikasi, hingga perbedaan visi dalam rumah tangga.
Dengan adanya pembekalan pranikah yang lebih intensif, ia berharap angka perceraian dapat ditekan dan pasangan yang menikah lebih siap secara mental maupun fisik.
“Program ini harus digalakkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar kualitas kehidupan rumah tangga masyarakat semakin baik dan kokoh,” tandasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
