- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pembangunan Terowongan di Gunung Mangga Dinilai Solusi Kemacetan

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jawad Sirajuddin
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Pembangunan terowongan oleh Pemkot Samarinda di Jalan Otto Iskandardinata Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir tepatnya di kawasan Gunung Mangga disebut sebagai solusi dari kemacetan hingga insiden kecelakaan.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jawad Sirajuddin mengatakan terowongan tersebut merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan mulai dari Jalan Sultan Alimuddin sampai ke Jalan Kakap.
Namun sembari menunggu pengerjaan terowongan serta meminimalisir terjadinya kecelakaan ia yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda turut mendorong agar ada pembatasan waktu untuk sementara waktu ini dapat dilakukan pemerintah setempat.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Soroti Pembangunan ITK 0
- Pansus Investigasi Pertambangan Kaltim Akan Sambangi Polda Kaltim0
- Pansus RTRW Minta Perpanjangan Masa Kerja Tiga Bulan0
- Menyambut IKN, Kukar Diusulkan Jadi Wilayah Pengembangan Kuliner0
- Dewan Kaltim Dorong Pelaksanaan Sertifikasi di Dunia Pendidikan 0
"Sembari menunggu terowongan dalam proses pembangunan, menurut saya pembatasan perlu diadakan, supaya memperkecil kemungkinan yang tidak diinginkan," kata dia, Selasa (7/2/2023).
Jawad menilai insiden tersebut lantaran muatan dari kendaraan tersebut dianggap melebihi kapasitas kekuatan dan tidak menjaga keamaan muatan serta melebihi batas ketentuan yang ada di lintasan tersebut.
"Harusnya untuk kendaraan bermuatan lebih mempertahankan keamanan dirinya dan orang sekitar juga, apalagi dilokasi rawan seperti Gunung Mangga," tutupnya. (Ar/Adv)










.jpg)
