- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Kesetaraan Gender Dorong Perubahan Signifikan di PPU

Keterangan Gambar : Sujiati, Anggota DPRD Kabupaten PPU. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Kesetaraan gender yang kian nyata di Indonesia membawa perubahan signifikan dalam tatanan kehidupan masyarakat, tak terkecuali di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Perempuan yang dulunya identik dengan peran domestik, kini semakin banyak yang berkarya, berpolitik, dan meniti karier di berbagai bidang.
Namun, dalam menghadapi era modern ini, Sujiati, Anggota DPRD Kabupaten PPU, menekankan pentingnya mempertahankan jati diri sebagai ibu pada setiap perempuan, meski mereka terjun ke dunia karier. Menurut Sujiati, hal ini memerlukan pemahaman dan pembelajaran yang mendalam, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat luas.
Baca Lainnya :
- Syahrudin M Noor Minta Dukungan KKP RI untuk Kesejahteraan Nelayan di PPU0
- Musim Hujan dan Tantangan Hama Tikus di PPU, DPRD Siapkan Langkah Antisipasi0
- Syahrudin M Noor Minta Prioritas Penanganan Stunting di Sepaku0
- Raup Muin Ingin Pemkab PPU Kembangkan Sektor Pariwisata0
- DPRD Kabupaten PPU Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Proses Perencanaan Pembangunan0
“Perempuan harus mampu menyeimbangkan perannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai individu yang aktif di bidang karier,” ujar Sujiati.
Ia menggarisbawahi bahwa meski peran perempuan kini telah meluas ke ranah publik, peran mereka sebagai penjaga dan pendidik anak-anak tetap menjadi prioritas yang tak boleh dilupakan.
Sujiati juga berharap agar organisasi wanita di Kabupaten PPU, seperti PKK dan Dharma Wanita, dapat terus berperan aktif dalam membina dan memberdayakan para perempuan.
Organisasi-organisasi ini diharapkan tidak hanya mendukung peran perempuan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga membantu mereka mengembangkan diri sebagai wanita karier yang tangguh.
“Organisasi wanita perlu memainkan peran ganda, mendukung perempuan dalam membangun keluarga yang harmonis serta mendorong mereka untuk berkembang secara profesional,” tambahnya. (Adv)










.jpg)
