- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ini 5 Anabul Andalan Polri, Pengungka Kasus Besar Narkoba Hingga Pelacakan Buron

Keterangan Gambar : Ini 5 Anabul Andalan Polri, Pengungka Kasus Besar Narkoba Hingga Pelacakan Buron
ANALOGNEWS.id, JAKARTA - Siapa sangka hewan berbulu ini menjadi garda terdepan dalam mengungkap berbagai kasus kriminal besar. Tak hanya sekadar peliharaan, para anjing K9 ini merupakan bagian penting dari kepolisian Indonesia dalam misi-misi berisiko tinggi.
Mulai dari kasus narkoba, perburuan satwa, hingga pengamanan acara kenegaraan, lima anjing ini menjadi andalan Polri. Berikut kisahnya!
1. Lilu, Si Pemburu Narkoba Andalan
Baca Lainnya :
- Pendidikan dan Pembinaan Pemuda Jadi Senjata Utama Perangi Narkoba0
- Urai Polemik Krisis Air Bersih di Samarinda, Subandi Dorong Solusi Nyata0
- Ananda Emira Moeis Teguhkan Komitmen Perjuangkan Kesetaraan Gender di DPRD Kalti0
- Kembali Pimpin DPRD Kaltim, Hamas Tekankan Profesionalisme dalam Kinerja0
- Andi Satya Ungkap Tiga Tantangan Krusial Pembangunan di Kalimantan Timur0
Lilu, anjing German Shepherd berusia 7 tahun, bersama pawangnya Bripka Hari Yunianto, sudah lama bertugas dalam operasi narkoba. Salah satu prestasi gemilangnya adalah saat pengungkapan kasus sabu asal Cina seberat 195 kg di Cikarang pada 2020, hingga penggagalan peredaran 80 kg sabu di Bakauheni pada 2024.
“Lilu lahir 5 Mei 2017 dan memiliki kualifikasi pelacak narkotik,” ungkap Brigjen Ahmad Subarkah, Direktur Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri.
2. Wibawa, Pelacak Jejak Pelaku Perburuan
Anjing ras Malinois ini memiliki kemampuan pelacakan yang tak kalah hebat. Wibawa, yang berusia 9 tahun, berhasil membantu polisi dalam kasus perburuan cula badak di Taman Nasional Ujung Kulon. Pada Mei 2024, Wibawa tak hanya menemukan senjata-senjata ilegal, tetapi juga membantu melacak pelaku buron bernama Atang.
"Kasus ini memperlihatkan kemampuan Wibawa dalam pelacakan umum," kata Subarkah.
3. Roby, Rekan dalam Misi Berbahaya
Roby, anjing German Shepherd lainnya, juga terlibat dalam misi di Ujung Kulon bersama Wibawa. Sama-sama memiliki kualifikasi pelacak umum, Roby dikenal tangguh saat mendampingi tim kepolisian dalam misi-misi berisiko tinggi.
4. Arco, Ahli Pelacakan Bahan Peledak
Dalam dunia keamanan, Arco, anjing ras Malinois berusia 7 tahun, punya peran penting sebagai pelacak bahan peledak. Sejak Pilpres 2018 hingga pengamanan KTT G20 di Bali dan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Arco telah banyak berjasa.
“Arco terlatih dalam sterilisasi area untuk acara kenegaraan,” ujar Subarkah.
5. Lupita, Misi Pencarian dan Penyelamatan
Lupita, anjing Labrador berusia 9 tahun, tak kenal lelah dalam misi pencarian korban bencana. Bersama pawangnya, Aipda Hamid, Lupita membantu pencarian korban di berbagai bencana, seperti gempa Lombok 2018 dan erupsi Semeru 2024. Keahliannya dalam SAR (search and rescue) membuatnya jadi andalan dalam operasi penyelamatan.










.jpg)
