- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pendidikan dan Pembinaan Pemuda Jadi Senjata Utama Perangi Narkoba

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Jahidin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Menanggulangi penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda terus menjadi kemelut tantangan yang harus dihadapi bersama.
Jahidin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan pentingnya pembinaan dan edukasi masyarakat sebagai langkah utama dalam upaya pemberantasan narkoba.
"Dalam berbagai kesempatan, saya selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama generasi muda, mengenai bahaya narkotika—baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun bangsa," tutur Jahidin.
Baca Lainnya :
- Urai Polemik Krisis Air Bersih di Samarinda, Subandi Dorong Solusi Nyata0
- Ananda Emira Moeis Teguhkan Komitmen Perjuangkan Kesetaraan Gender di DPRD Kalti0
- Kembali Pimpin DPRD Kaltim, Hamas Tekankan Profesionalisme dalam Kinerja0
- Tema Hari Sumpah Pemuda ke-96 jadi Momen Tingkatkan Kualitas SDM Jelang Kehadiran IKN di Kaltim 0
- Kolaborasi DPRD dan Pemprov Kaltim Kunci Sukses Pemerataan Pembangunan0
Selain itu, ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu merasa takut atau ragu melaporkan anggota keluarga yang terindikasi sebagai pengguna narkoba.
Menurutnya, rehabilitasi yang diberikan bertujuan untuk memulihkan pengguna agar dapat kembali ke masyarakat dengan sehat.
"Penyelesaian dengan penangkapan saja tidak cukup; sosialisasi dan pembinaan adalah hal yang sangat penting," tegasnya. Jahidin menilai bahwa pendidikan dan kesadaran tentang bahaya narkotika harus dimulai sejak dini, sebagai benteng awal agar generasi muda tak terperosok ke dalam jerat narkoba.
Ia pun mendorong masyarakat untuk berperan aktif dengan segera melaporkan indikasi peredaran atau penggunaan narkotika di sekitar mereka kepada BNN atau pihak berwenang. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
