- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ganti Rugi Lahan Sawit di Desa Kerayaan, Masyarakat dan Perusahaan Belum Temukan Solusi

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Tuntutan ganti rugi lahan milik masyarakat di kawasan Kelompok Tani Karya Bersama Desa Kerayaan, Kecamatan Sangkulirang Kutai Timur yang berpolemik dengan PT Wira Inova Nusantara kembali dibahas oleh Komisi I DPRD Kaltim.
Kali ini, Komisi I DPRD Kaltim menggelar mediasi lanjutan warga dan perusahaan di Gedung E Komplek DPRD Kaltim jalan Teuku Umar Kota Samarinda, Selasa (7/3/2023).
Persoalan ini muncul setelah terbitnya Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 19 Tahun 2022 tentang Penetapan Batas Desa Kerayaan Kecamatan Sangkulirang.
Baca Lainnya :
- Wakil Dewan Kaltim Samsun: Revisi RTRW Segera Disahkan0
- DPRD Kaltim Bakal Bentuk Pansus Pembahas LKPj Gubernur Tahun 20220
- DPRD Kaltim Usul Bentuk Perusda Pertanian0
- Poros Samarinda - Bontang Jadi Sorotan Dewan Kaltim0
- Dewan Minta Perbaiki Sistem Beasiswa Kaltim, Buntut Dari Temuan Penyaluran Tak Tepat Sasaran0
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kaltim Agiel Suwarno menuturkan sebenarnya kelompok tani sudah beberapa kali melakukan negoisasi mengenai lahan mereka yang masuk di lokasi PT Wira Inova Nusantara. Akan tetapi, tidak ada titik temu atau solusi hingga saat ini. Atas dasar itu, akhirnya persoalan ganti rugi ini dibawa ke DPRD Kaltim untuk menemukan titik tengahnya.
"Pertemuan dan mediasi di DPRD ini sudah tiga kali kalau nggak salah. Nah pada hari ini perusahaan menyampaikan itikad baiknya. Melalui mediasi, kita ingin memastikan apakah perusahaan punya niat baik. Ternyata ada," ungkapnya.
Dikatakan Agiel, telah disepakati bahwa nantinya perusahaan tidak bertanggungjawab dalam bentuk ganti rugi. Melainkan, dengan pola lain. Entah tanahnya akan dibayar oleh perusahaan atau mungkin penyelesaiannya dengan alternatif lain.
"Kita di DPRD setuju dan sepakat saja agar cepat clear karena saya lihat di Kerayaan itu hampir sebagian besar warga masyarakatnya terkepung dengan perkebunan sawit. Jadi salah satu alternatif yang paling baik untuk menyelesaikan ini adalah perusahaan bisa bertanggungjawab karena sudah memakai lahan masyarakat," ucap Agiel.
Politikus PDI Perjuangan ini mengaku prihatin atas kasus yang telah menimpa masyarakat Sangkulirang. Jika perusahaan ada itikad baik sedari kemarin, permasalahan ini tidak akan berlarut-larut. Bayangkan saja, dari tahun ke tahun tapi tak kunjung ada penyelesaiannya. Padahal, perusahaan selalu melakukan rotasi pergantian manager dan kebijakan.
"Masyarakat benar-benar merasa dirugikan dengan keberadaan perusahaan. Bukannya bisa bekerja sama dengan PT Wira Inova Nusantara, masyarakat malah merasa dirugikan. Lahan mereka yang dulunya bisa digunakan untuk berkebun, sekarang nggak bisa dipakai berkebun," tegasnya.
Tahap selanjutnya, DPRD Provinsi Kaltim akan melakukan pertemuan lanjutan di Kecamatan Sangkulirang dua minggu lagi. Kesepakatan ini diambil karena lokasinya ada di Kecamatan Sangkulirang Desa Kerayaan.
"Saya pastikan DPRD akan mengawal terus. Tadi ada petugasan, saya dan pak Udin akan mengawal ini. Kami tidak dalam ikut campur tapi memastikan bahwa kesepakatan yang diambil untuk dua minggu ini betul-betul dijalankan," katanya.
"Dua minggu itu sebenarnya sudah ada titik temu, ini mau diselesaikan dengan cara apa, entah diganti rugi lahannya atau ada pola lain penyelesaiannya. Ini yang kita tunggu. Saya harap perusahaan ada itikad baik dan kedua pihak menemukan titik temu," sambungnya. (Ar/Adv)










.jpg)
