- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Soroti Lemahnya Pengcab Cabor Jelang PON 2028, Hanya 6 Daerah yang Aktif

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Menjelang gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti lemahnya struktur kepengurusan cabang olahraga (pengcab) di sejumlah kabupaten/kota. DPRD menilai ketidakteraturan organisasi menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya membangun prestasi olahraga di daerah.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mengungkapkan bahwa dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, hanya enam daerah yang memiliki pengcab aktif, sementara sisanya masih stagnan atau dalam proses pembentukan ulang.
“Kita akan panggil semua pengurus cabang untuk dievaluasi sejauh mana kesiapan mereka, hambatan yang dihadapi, dan perbaikan yang diperlukan,” ujar Sapto.
Baca Lainnya :
- Jahidin Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemprov Kaltim di Jalan Angklung0
- Sarkowi Soroti Tumpulnya Penegakan Hukum Lingkungan terhadap Perusahaan Besar0
- Salehuddin Tegaskan: Tak Ada Toleransi Lagi untuk Kendaraan ODOL dan Jalan Umum Dijadikan Hauling0
- Reklamasi Fiktif Tambang Kaltim Disorot DPRD, Salehuddin Apresiasi Langkah Tegas Kejati0
- Samsun Dorong Peningkatan PAD dan Perencanaan Matang di Awal Kepemimpinan Aulia–Rendi0
Ia menegaskan bahwa keberadaan pengcab aktif sangat menentukan keberlangsungan pembinaan atlet. Tanpa struktur organisasi yang berjalan baik, pembibitan dan capaian prestasi hanya akan menjadi wacana.
“Prestasi tidak akan berjalan jika organisasinya tidak tertata dengan baik,” tegasnya.
Sapto mencontohkan cabang olahraga Kurash, yang menurutnya telah tiga kali berganti kepengurusan dalam waktu singkat. Situasi ini dinilai tidak sehat bagi kontinuitas pembinaan atlet.
Menurut Sapto, pembenahan pengcab tidak bisa diserahkan hanya pada internal cabang olahraga. Ia menekankan perlunya koordinasi aktif antara DPRD, Dispora, KONI, dan pemerintah daerah untuk membangun sistem kelembagaan olahraga yang berkelanjutan.
“Nantinya kita dorong juga program pembibitan, kejuaraan-kejuaraan daerah, serta pembenahan organisasi secara menyeluruh,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas sejumlah cabor asal Kaltim yang tidak masuk dalam daftar pertandingan PON mendatang, bukan karena dicoret, tetapi karena ketidaksiapan tuan rumah dalam menyediakan venue.
Meski demikian, Sapto optimistis Kaltim tetap memiliki peluang besar untuk mencetak atlet berprestasi, selama ada komitmen dalam memperkuat kelembagaan dan membangun sistem manajemen olahraga yang konsisten.
“Sistem yang kuat, kepengurusan yang konsisten, dan manajemen yang terstruktur akan jadi kunci bagi Kaltim dalam menghadapi PON 2028 dan memperkuat posisi sebagai daerah penghasil atlet berprestasi,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
