- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DPRD Soroti Lemahnya Pengcab Cabor Jelang PON 2028, Hanya 6 Daerah yang Aktif

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Menjelang gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti lemahnya struktur kepengurusan cabang olahraga (pengcab) di sejumlah kabupaten/kota. DPRD menilai ketidakteraturan organisasi menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya membangun prestasi olahraga di daerah.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mengungkapkan bahwa dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, hanya enam daerah yang memiliki pengcab aktif, sementara sisanya masih stagnan atau dalam proses pembentukan ulang.
“Kita akan panggil semua pengurus cabang untuk dievaluasi sejauh mana kesiapan mereka, hambatan yang dihadapi, dan perbaikan yang diperlukan,” ujar Sapto.
Baca Lainnya :
- Jahidin Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemprov Kaltim di Jalan Angklung0
- Sarkowi Soroti Tumpulnya Penegakan Hukum Lingkungan terhadap Perusahaan Besar0
- Salehuddin Tegaskan: Tak Ada Toleransi Lagi untuk Kendaraan ODOL dan Jalan Umum Dijadikan Hauling0
- Reklamasi Fiktif Tambang Kaltim Disorot DPRD, Salehuddin Apresiasi Langkah Tegas Kejati0
- Samsun Dorong Peningkatan PAD dan Perencanaan Matang di Awal Kepemimpinan Aulia–Rendi0
Ia menegaskan bahwa keberadaan pengcab aktif sangat menentukan keberlangsungan pembinaan atlet. Tanpa struktur organisasi yang berjalan baik, pembibitan dan capaian prestasi hanya akan menjadi wacana.
“Prestasi tidak akan berjalan jika organisasinya tidak tertata dengan baik,” tegasnya.
Sapto mencontohkan cabang olahraga Kurash, yang menurutnya telah tiga kali berganti kepengurusan dalam waktu singkat. Situasi ini dinilai tidak sehat bagi kontinuitas pembinaan atlet.
Menurut Sapto, pembenahan pengcab tidak bisa diserahkan hanya pada internal cabang olahraga. Ia menekankan perlunya koordinasi aktif antara DPRD, Dispora, KONI, dan pemerintah daerah untuk membangun sistem kelembagaan olahraga yang berkelanjutan.
“Nantinya kita dorong juga program pembibitan, kejuaraan-kejuaraan daerah, serta pembenahan organisasi secara menyeluruh,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas sejumlah cabor asal Kaltim yang tidak masuk dalam daftar pertandingan PON mendatang, bukan karena dicoret, tetapi karena ketidaksiapan tuan rumah dalam menyediakan venue.
Meski demikian, Sapto optimistis Kaltim tetap memiliki peluang besar untuk mencetak atlet berprestasi, selama ada komitmen dalam memperkuat kelembagaan dan membangun sistem manajemen olahraga yang konsisten.
“Sistem yang kuat, kepengurusan yang konsisten, dan manajemen yang terstruktur akan jadi kunci bagi Kaltim dalam menghadapi PON 2028 dan memperkuat posisi sebagai daerah penghasil atlet berprestasi,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
