- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Apresiasi Penyerahan Program Gratispol Umroh dan Insentif Jospol di Kutai Barat

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, bersama Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, saat menghadiri penyerahan penghargaan Gratispol dan Jospol di Auditorium ATJ, Kutai Barat. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - DPRD Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan penyerahan penghargaan Gratispol Umroh dan Perjalanan Religi serta insentif Jospol bagi guru agama dan penjaga rumah ibadah lintas agama. Kegiatan yang digelar di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Barong Tongkok, Kutai Barat, Sabtu (21/6/2025), dihadiri Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud bersama Wakil Ketua DPRD Ekti Imanuel.
Hasanuddin menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata semangat keadilan sosial dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang jarang tersentuh. Program Gratispol memberikan kesempatan umroh dan perjalanan religi bagi marbot dan penjaga rumah ibadah dari berbagai agama, sementara Jospol memberikan insentif kepada guru agama sebagai bentuk dukungan atas peran mereka dalam membina moral dan spiritual masyarakat.
Pemilihan Kutai Barat sebagai lokasi perdana penyerahan program menjadi simbol penting bahwa pembangunan harus dimulai dari wilayah pinggiran. Berdasarkan data Pemprov Kaltim, sebanyak 3.405 penjaga rumah ibadah dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu mendapatkan manfaat.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal di PEDA XI0
- Komisi IV DPRD Kaltim Kunjungi PT Kalimantan Ferro Industry, Tegaskan Pengawasan CSR dan Keselamatan0
- Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kaltim Gelar Turnamen Sepak Bola dan Lomba Menembak0
- PEDA XI KTNA Kaltim Resmi Dibuka, DPRD dan Gubernur Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan0
- DPRD dan Gubernur Kaltim Tinjau Jalan Poros Kukar-Kubar Prioritas Infrastruktur0
Hasanuddin menegaskan DPRD Kaltim akan terus mengawal program ini agar memiliki dasar hukum yang kuat dan berkelanjutan, termasuk mendorong regulasi yang menjamin keberlangsungan program di masa depan.
Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Ketua TP PKK Kaltim Sarifah Suraidah Harum, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adrian, Forkopimda, serta tokoh lintas agama dan masyarakat. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
