- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DPRD Kaltim Apresiasi Penyerahan Program Gratispol Umroh dan Insentif Jospol di Kutai Barat

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, bersama Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, saat menghadiri penyerahan penghargaan Gratispol dan Jospol di Auditorium ATJ, Kutai Barat. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - DPRD Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan penyerahan penghargaan Gratispol Umroh dan Perjalanan Religi serta insentif Jospol bagi guru agama dan penjaga rumah ibadah lintas agama. Kegiatan yang digelar di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Barong Tongkok, Kutai Barat, Sabtu (21/6/2025), dihadiri Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud bersama Wakil Ketua DPRD Ekti Imanuel.
Hasanuddin menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata semangat keadilan sosial dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang jarang tersentuh. Program Gratispol memberikan kesempatan umroh dan perjalanan religi bagi marbot dan penjaga rumah ibadah dari berbagai agama, sementara Jospol memberikan insentif kepada guru agama sebagai bentuk dukungan atas peran mereka dalam membina moral dan spiritual masyarakat.
Pemilihan Kutai Barat sebagai lokasi perdana penyerahan program menjadi simbol penting bahwa pembangunan harus dimulai dari wilayah pinggiran. Berdasarkan data Pemprov Kaltim, sebanyak 3.405 penjaga rumah ibadah dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu mendapatkan manfaat.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal di PEDA XI0
- Komisi IV DPRD Kaltim Kunjungi PT Kalimantan Ferro Industry, Tegaskan Pengawasan CSR dan Keselamatan0
- Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kaltim Gelar Turnamen Sepak Bola dan Lomba Menembak0
- PEDA XI KTNA Kaltim Resmi Dibuka, DPRD dan Gubernur Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan0
- DPRD dan Gubernur Kaltim Tinjau Jalan Poros Kukar-Kubar Prioritas Infrastruktur0
Hasanuddin menegaskan DPRD Kaltim akan terus mengawal program ini agar memiliki dasar hukum yang kuat dan berkelanjutan, termasuk mendorong regulasi yang menjamin keberlangsungan program di masa depan.
Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Ketua TP PKK Kaltim Sarifah Suraidah Harum, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adrian, Forkopimda, serta tokoh lintas agama dan masyarakat. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
