- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Dewan Soroti Penggunaan Lahan oleh Perusahaan Sawit, Harapan untuk Petani Mandiri

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Faizal Rachman
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Perhatian serius ditujukan kepada beberapa perusahaan sawit di Kutai Timur yang memanfaatkan lahan milik warga meski hanya memiliki izin operasi. Anggota DPRD Faizal Rachman mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena ini, di mana sekitar 38 perusahaan sawit beroperasi, beberapa di antaranya tidak memiliki lahan sendiri.
“Meskipun mereka memiliki izin beroperasi, tidak semua perusahaan sawit memiliki lahan. Beberapa di antaranya menggunakan lahan milik petani,” ujar Faizal, anggota DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Faizal menyadari bahwa kondisi ini dapat memberikan keuntungan langsung bagi petani. Dengan menjual hasil panen mereka ke perusahaan, petani mandiri memperoleh pasar yang lebih luas. “Dulu, banyak petani yang terpaksa membakar kebunnya karena harga sawit terlalu rendah, hanya sekitar Rp 500 per kilogram,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Pemkab Kutim Berbenah: Dorongan Sobirin Bagus untuk Pengelolaan Sampah ala Balikpapan0
- 200 Calon Siswa SLTA di Kutai Timur Tidak Lolos Masuk Sekolah Negeri0
- Dewan Dorong Penataan Taman Kota untuk Tingkatkan Daya Tarik dan Kenyamanan0
- Raperda Pengarusutamaan Gender Diharapkan Disahkan Sebelum Pelantikan DPRD Baru0
- Arang Jau Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat hingga Akhir Masa Jabatan0
Situasi saat ini telah berubah secara signifikan. Harga kelapa sawit kini berkisar antara Rp 2.200 hingga Rp 2.600 per kilogram, memberikan insentif baru bagi petani untuk kembali menanam. Faizal berharap harga yang lebih baik ini dapat memotivasi petani mandiri untuk mengembangkan kebun mereka dan meningkatkan kesejahteraan mereka di masa depan.
Kalimantan Timur, termasuk Kutai Timur, dikenal sebagai salah satu pusat perkebunan kelapa sawit terbesar di wilayah ini. Namun, Faizal mengingatkan bahwa hasil dari penanaman kelapa sawit memerlukan waktu yang tidak sebentar, sekitar 4 hingga 5 tahun, sebelum dapat dinikmati.
“Penting untuk memotivasi petani mandiri agar mereka bisa memanfaatkan lahan mereka secara maksimal dan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari industri kelapa sawit ini,” tambah Faizal.
Dengan fokus yang lebih besar pada pemberdayaan petani dan pengelolaan lahan yang lebih baik, diharapkan masa depan industri kelapa sawit di Kutai Timur akan membawa manfaat yang lebih merata bagi semua pihak yang terlibat. (Adv)

Views: 621










.jpg)
