Pemkab Kutim Berbenah: Dorongan Sobirin Bagus untuk Pengelolaan Sampah ala Balikpapan

By Redaksi 20 Jul 2024, 21:46:47 WIB DPRD Kutim
Pemkab Kutim Berbenah: Dorongan Sobirin Bagus untuk Pengelolaan Sampah ala Balikpapan

Keterangan Gambar : anggota DPRD Sobirin Bagus


ANALOGNEWS.id, BONTANG – Kutai Timur sedang menjalani transformasi dalam pengelolaan sampah, berkat dorongan dari anggota DPRD Sobirin Bagus. Setelah melakukan studi banding ke Balikpapan, Sobirin mengusulkan agar Kutim mengadopsi metode pengelolaan sampah yang diterapkan di kota tersebut.

Menurut Sobirin, pengelolaan sampah di Balikpapan sangat efektif dan ramah lingkungan. Salah satu pencapaiannya adalah pengolahan sampah yang menghasilkan gas alternatif untuk kebutuhan rumah tangga. “Di Balikpapan, sekitar 380 kepala keluarga menggunakan gas yang dihasilkan dari sampah tanpa biaya tambahan,” ungkap Sobirin.

Balikpapan mengelola sampah dengan memanfaatkan lahan seluas 40 hektar, yang dibagi menjadi tujuh zona. Sistem ini tidak hanya membantu mengurangi pembuangan sampah ke laut, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan negatif. “Lahan tersebut sangat krusial untuk mencegah pencemaran laut dan melindungi masyarakat sekitar,” jelas Sobirin.

Baca Lainnya :

Uniknya, pengelolaan sampah di Balikpapan tidak diurus oleh Dinas Kebersihan, melainkan oleh kelompok RT setempat. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat merasakan langsung manfaatnya. “Masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan sampah, yang membuat mereka lebih merasa memiliki dan bertanggung jawab,” tambah Sobirin.

Di Kutai Timur, langkah konkret sudah dimulai dengan peresmian Workshop dan Mesin Palet di Kecamatan Sangatta Selatan pada Juni lalu. Kolaborasi antara DPD Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Kutim, perusahaan swasta, dan rumah sakit setempat ini bertujuan untuk mengelola sampah secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyambut baik inisiatif ini. “Peresmian mesin pengolah sampah ini adalah berkah. Hasil pengolahan sampah bisa sangat bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah, tergantung beratnya,” katanya.

Ardiansyah juga mengungkapkan kegembiraannya karena impian lama untuk memiliki fasilitas pengelolaan sampah yang memadai akhirnya terwujud.

“Sejak 2008, kami sudah berusaha bekerja sama dengan berbagai organisasi untuk mengubah sampah menjadi kompos,” tambahnya.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan Kutai Timur dapat mengadopsi sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan ekonomi tetapi juga menjaga lingkungan. (Adv) 




Views: 429






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.