- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Dewan Kaltim Dorong Masifkan Sosialisasi Bahaya HIV DI Kota Bontang

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - DPRD Kaltim mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk meninggalakkan sosialisasi terkait bahaya kasus HIV. Terkhusus di Kota Bontang karena sedang alami peningkatan yang tajam.
Nanda merasa prihatin dan mendorong agar masyarakat untuk belajar hidup sehat. Di Kota Bontang kata dia, pada tahun 2022 lalu kasus HIV telah mendominasi usia 24 sampai 50 tahun.
"Saya turut prihatin dengan banyaknya kasus HIV di Bontang, ini karena kurang pemahaman masyarakat tentang kasus itu," tuturnya, Senin (6/2/2023).
Baca Lainnya :
- Pelaku Usaha Pertambangan Diminta Dewan Kaltim Dihadirkan di Rapat Paripurna0
- Nanda Moeis Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan di Makroman0
- Alokasi Anggaran Pertanian Minim, DPRD Kaltim Sentil Visi Gubernur \'Kaltim Green\'0
- Pemprov Diminta Dewan Kaltim Persiapkan Infrastruktur Pembangunan SDM0
- Ada Rp10 Triliun Dana Nasional Untuk Jalan Dikucurkan di Kaltim0
Berdasarkan data yang ada, sekitar 77 wanita yang terjangkit HIV yang sebagian besar merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT).
"Tahun 2019 ada 96 kasus, tahun 2020 ada 59 kasus HIV dan di tahun 2022 ada 77 kasus, jumlah ini terus meningkat," ucap Nanda.
Nanda berharap agar Pemerintah terus melakukan edukasi dan sosialisasi tentang dampak buruk sebagai bentuk upaya pencegahan meningkatnya kasus HIV di Kaltim.
"Sudah sepatutnya masyarakat mendapatkan edukasi tentang kesehatan, khususnya HIV/AIDS, mulai dari penularan, pencegahannya, hingga pengobatan," ungkapnya.
Politikus PDI Perjuangan itu berharap pada tahun 2023 kasus penyebaran virus HIV ini bisa berkurang, terutama pada IRT, maka dari itu ia menyarankan agar masyarakat dapat menjalankan pola hidup sehat, bersih, dan rutin memeriksa kesehatan.
Tak hanya itu, ia pun menyebut masyarakat yang terjangkit harus dirangkul dan diberikan motivasi agar semangat menjalani perawatan kesehatan.
"Jangan dikucilkan, harus dirangkul. Maka dari itu pemprov harus galakkan edukasi tentang bahaya HIV," pungkasnya. (Ar/Adv)










.jpg)
