- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Cegah Stunting, Ananda Dorong Pemanfaatan Pekarangan Rumah Tanam Buah dan Sayur

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis
ANALOGNEWS.id, Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah menanam sayur serta buah-buahan. Dia bilang, bagian dari upaya pencegahan stunting.
Politisi PDI perjuangan itu menjelaskan, pemanfaatan pekarangan rumah bisa jadi salah satu cara penanggulangan kasus stunting di Kaltim. Sebab mampu menyediakan bahan konsumsi yang memenuhi gizi. Dia pun mendorong Pemprov Kaltim agar gencar menggandeng kelompok masyarakat untuk bergerak ke arah tersebut.
"Maka dari itu saya lebih suka ketika ada RT atau kelompok masyarakat di dalamnya yang beraktivitas di kelompok tani. Apalagi kalau di halaman rumahnya ditanami sayur dan buah," ucap Ananda Emira Moeis, Kamis (30/3/2023).
Baca Lainnya :
- Penyampaian LKPJ Gubernur Tahun 2022, Ini Respon Dewan0
- Puji Setyowati Akui Pemberlakuan Sistem Zonasi PPDB di Kaltim Alami Kendala0
- Empat Raperda Diusulkan Di Luar Propemperda0
- Pansus Investigasi Pertambangan Sambangi BPK Perwakilan Kaltim0
- DPRD Kaltim Bentuk Empat Pansus Baru0
Dia bilang upaya itu juga perlu diperkuat oleh rasa kepedulian antar lingkungan masyarakat. Terutama kepedulian yang harus ditimbulkan dari anggota keluarga yang salah satunya mengidap stunting.
"Kepedulian itu juga sangat penting dalam membantu penanganan stunting. Jadi setidaknya para pengidap stunting itu merasa diperhatikan dalam asupan gizinya," ujarnya.
Sementara itu, Ananda Emira Moeis juga turut mengapresiasi Pemprov Kaltim yang masih konsisten dalam penanganan kasus itu. "Ini terbukti dengan anggaran sebesar Rp 3,7 miliar untuk program-program mengatasi kasus stunting di Kaltim," tukas politisi PDIP ini. (Ar/adv)










.jpg)
