Bontang Utara Mendominasi Investasi Serap Hingga Rp785,97 miliar atau 95 Persen

By Redaksi 22 Nov 2025, 13:18:46 WIB Pemkot Bontang
Bontang Utara Mendominasi Investasi Serap Hingga Rp785,97 miliar atau 95 Persen

Keterangan Gambar : Bontang Utara Mendominasi Investasi Serap Hingga Rp785,97 miliar atau 95 Persen


ANALOGNEWS.id, BONTANG - Realisasi investasi di Kota Bontang pada Triwulan III Tahun 2025 mencapai Rp821,53 miliar, atau sekitar 75,85 persen dari target tahunan sebesar Rp2,5 triliun. 

Namun, data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menunjukkan bahwa sebaran investasi antar wilayah masih sangat timpang, dengan Bontang Utara mendominasi realisasi.

Bontang Utara menyerap investasi sebesar Rp785,97 miliar, atau 95,67 persen dari total realisasi triwulan ini. Sementara itu, Bontang Selatan hanya mencatat Rp35,23 miliar (4,28 persen), dan Bontang Barat jauh di bawah dengan Rp337,7 juta (0,04 persen). Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, menegaskan bahwa dominasi Bontang Utara tidak lepas dari konsentrasi kawasan industri kimia dan energi di wilayah tersebut.

Baca Lainnya :

“Struktur ekonomi kita saat ini masih bertumpu pada sektor industri besar di Bontang Utara. Untuk pemerataan ekonomi, kita perlu mengembangkan kawasan usaha di wilayah lain agar dampaknya dirasakan secara merata,” ujar Aspiannur.

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp789,1 miliar atau 96,05 persen, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp32,43 miliar atau 3,95 persen. Selama periode tersebut, tercatat 206 pelaku usaha non-UMK menjalankan 330 proyek, yang menyerap 307 tenaga kerja Indonesia dan 10 tenaga kerja asing.

Sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menjadi pendorong utama PMDN dengan kontribusi 93,20 persen, sedangkan sektor terbesar PMA adalah perumahan dan kawasan industri senilai 68,83 persen.

Aspiannur menambahkan, pemerintah daerah akan terus meningkatkan kemudahan berusaha serta memperluas sebaran investasi ke seluruh wilayah Bontang. Tujuannya adalah menciptakan pertumbuhan yang inklusif, tidak hanya mengejar angka realisasi, tetapi memastikan manfaat ekonomi dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

“Target investasi penting, tapi yang lebih utama adalah pertumbuhan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.