- Pemkot Bontang Dorong Penanggulangan TB Jadi Bagian dari Pelayanan Publik
- Agus Haris Desak PLN Hentikan Pemadaman Bergilir di Bontang
- Pemkot Bontang Siapkan Integrasi Program Mengaji ke Wajar 19.00-21.00
- Pemkot Bontang Kaji Skema Tambahan Guru Ngaji Berbasis Jumlah Murid
- 15.410 KK di Bontang Terima Bantuan Beras Selama Tiga Bulan
- Neni Tekankan Perubahan APBD 2026 Harus Beri Dampak Nyata
- Bantuan Beras Jadi Penyangga Stabilitas Pangan di Bontang
- Neni Ungkap Alasan Sejumlah Program Bontang Ditunda
- Neni Perkuat Peran FKDM sebagai Mata dan Telinga Pemerintah
- Pemkot Bontang Bakal Tata Kandang Ayam di Bontang Lestari, Neni Minta Tak Ada Penambahan Bangunan
Bantuan Beras Jadi Penyangga Stabilitas Pangan di Bontang

Analognews.id, BONTANG - Pemerintah terus menjaga stabilitas pangan masyarakat Bontang melalui penyaluran bantuan beras kepada 15.410 kepala keluarga (KK). Program ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan pangan.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Debora Kristiani, mengatakan bantuan pangan memiliki peran dalam menjaga daya jangkau masyarakat terhadap bahan pangan pokok.
Program bantuan pangan periode II tahun 2026 tersebut mencakup alokasi Juli, Agustus, dan September. Masing-masing keluarga penerima bantuan pangan (PBP) memperoleh 10 kilogram beras kualitas medium setiap bulan.
Baca Lainnya :
Dengan skema tersebut, setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras selama periode tiga bulan. Bantuan berasal dari Badan Pangan Nasional dan disalurkan melalui Perum Bulog.
“Keberadaan bantuan pangan ini diharapkan dapat menjaga masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras sebagai kebutuhan pokok,” ujar Debora, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, pengawasan juga menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas program. DKP3 melakukan pemeriksaan terhadap kualitas dan kuantitas beras sebelum bantuan didistribusikan kepada masyarakat.
Pemantauan kemudian dilanjutkan pada tahap penyaluran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, bantuan pangan diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat penerima dapat mengalokasikan sebagian pengeluaran untuk kebutuhan lainnya.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima, terutama dalam membantu mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari,” pungkasnya.










.jpg)
