- Pemkot Bontang Dorong Penanggulangan TB Jadi Bagian dari Pelayanan Publik
- Agus Haris Desak PLN Hentikan Pemadaman Bergilir di Bontang
- Pemkot Bontang Siapkan Integrasi Program Mengaji ke Wajar 19.00-21.00
- Pemkot Bontang Kaji Skema Tambahan Guru Ngaji Berbasis Jumlah Murid
- 15.410 KK di Bontang Terima Bantuan Beras Selama Tiga Bulan
- Neni Tekankan Perubahan APBD 2026 Harus Beri Dampak Nyata
- Bantuan Beras Jadi Penyangga Stabilitas Pangan di Bontang
- Neni Ungkap Alasan Sejumlah Program Bontang Ditunda
- Neni Perkuat Peran FKDM sebagai Mata dan Telinga Pemerintah
- Pemkot Bontang Bakal Tata Kandang Ayam di Bontang Lestari, Neni Minta Tak Ada Penambahan Bangunan
Agus Haris Desak PLN Hentikan Pemadaman Bergilir di Bontang

Analognews.id, BONTANG - Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mendesak PT PLN (Persero) segera menghentikan pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kota Bontang. Menurutnya, gangguan tersebut telah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat hingga kegiatan usaha.
Agus Haris mengaku hingga kini belum mengetahui secara teknis penyebab pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung. Namun, ia memastikan dampaknya turut dirasakan pemerintah maupun masyarakat.
“Secara teknis saya tidak bisa menjawab itu bagaimana. Tapi dampak yang kami rasakan, masyarakat Bontang termasuk pemerintah juga merasakan. Olehnya itu kepada PLN saya minta segera jangan lagi ada pemadaman,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).
Baca Lainnya :
Ia bahkan mengaku turut mengalami dampak pemadaman di kediamannya. Tidak hanya listrik, gangguan tersebut juga berimbas pada aliran air sehingga aktivitas sehari-hari ikut terganggu.
“Tadi subuh saya salat Subuh, mati lampu, air juga mati. Jadi saya pakai Aqua besar untuk berwudu,” katanya.
Menurut Agus, pemadaman bergilir tidak bisa dianggap sebagai persoalan teknis semata karena berpengaruh terhadap berbagai sektor. Salah satunya aktivitas belajar anak yang menjadi terganggu ketika listrik padam.
“Anak tidak bisa belajar. Usaha juga jadi terganggu,” ungkapnya.
Ia mencontohkan usaha yang membutuhkan pasokan listrik seperti produksi es batu turut terdampak. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat apabila pemadaman terus berlangsung.
Agus juga mempertanyakan kondisi jaringan kelistrikan di Bontang Lestari yang sebelumnya telah disurvei pemerintah. Ia menyebut di kawasan tersebut sudah terdapat GPK dan meminta kejelasan terkait koneksi jaringan tersebut, apakah terhubung untuk kebutuhan wilayah Bontang atau justru diperuntukkan bagi wilayah Kutai Timur (Kutim).
“Di Bontang Lestari itu sudah ada GPK. Kita sudah survei. Saya tidak tahu connecting-nya ini apakah di Bontang Lestari itu juga connecting dengan wilayah Kota Bontang atau murni untuk Kutim,” jelasnya.
Agus berharap PLN dapat mengatur sistem distribusi listrik dengan lebih baik sehingga pemadaman bergilir tidak lagi menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat.
Ia juga menyatakan pemerintah akan mengambil langkah lebih lanjut apabila pemadaman masih terjadi dalam sepekan ke depan. Agus membuka kemungkinan memanggil pihak PLN untuk meminta penjelasan secara langsung.
“Kalau masih ada sepekan ke depan ini masih mati, saya panggil nanti. Kita lihat dulu,” tegasnya.
Agus menilai kebutuhan listrik merupakan layanan yang dibayar masyarakat secara rutin. Karena itu, ia meminta pelayanan kelistrikan kepada konsumen juga menjadi perhatian.
“Semua rakyat Indonesia membayar pemakaian listrik. Tidak ada yang tidak bayar. Jadi saya mewakili konsumen, bagi pemerintah jangan lagi ada pemadaman,” pungkasnya.










.jpg)
