- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Abdul Samad Janji Alokasikan Pokir untuk Normalisasi Drainase di RT 12 Api-Api

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Bontang sidak ke RT 12 Kelurahan Api-Api - ist
ANALOGNEWS.id - Banjir di Kota Bontang menjadi masalah yang mengkhawatirkan bagi masyarakat. Bahkan, warga rela patungan penyewa alat berat untuk mengerut parit yang dianggap menghambat aliran air.
Menanggapi hal itu, Komisi III DPRD Bontang melakukan sidak di RT 12, Jalan Pencak Silat, Kelurahan api-Api, Senin (30/5/2022). Wilayah ini merupakan langganan banjir.
Bahkan baru-baru ini tinggi mencapai lebih 1 meter. Meski memiliki parit kurang lebih 100 meter, namun pengalirannya tidak maksimal. Sebab, saluran tersebut buntu dan dipenuhi banyak sampah.
Baca Lainnya :
- Penemuan Mayat di Toko Distro Gegerkan Warga Bontang 0
- Untuk Biaya Hidup, Pria di Bontang Kaltim Tega Gadaikan Motor Temannya0
- Kepala Otorita IKN Temui Gubernur Kaltim, Tim Transisi Mulai Bekerja Pekan Depan0
- Korban Begal Jadi Tersangka di NTB, Ini Pesan Kabareskrim0
- Berikut Skema Pemindahan Aparatur Negara ke IKN0
Ketua RT 12 Sulaiman menyampaikan, banjir yang melanda wilayahnya bisa sampai satu meter, akibat drainase yang terlalu kecil dan buntu. Sehingga perlu segera ditangani.
Ia pun sudah mengusulkan untuk dilakukan normalisasi drainase sepanjang 100 meter namun belum ada realisasinya.
“Drainase pembuangannya tidak maksimal banyak yang buntu. Sudah diusulkan normalisasi drainase sepanjang 100 meter tapi belum ada realisasi,” ungkapnya.
Anggota Komisi III Abdul Samad mengatakan masyarakat sangat dirugikan setiap terjadi banjir. Untuk itu, dia mengajak secara bersama-sama agar memperhatikan masalah banjir.
Bahkan, selaku perwakilan masyarakat di parlemen, pria yang akrab disapa Aco ini berjanji akan memberikan anggaran penanganan banjir melalui pokok pikiran (pokir) di tahun 2022 ini.
“Kasian masyarakat, dampak banjir ini sangat besar. Ayo kita sama-sama bekerja untuk agar banjir dapat tertangani," tuturnya. (An)










.jpg)
