- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Walikota dan Kepala DLH Bontang Belajar Pengelolaan Sampah ke Cilacap
.jpg)
Keterangan Gambar : Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menerima cinderamata dari Wali Kota Bontang Basri Rase di Ruang Gadri, Rabu (13/7/2022).
ANOGNEWS.id - Walikota Bontang bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang meninjau langsung proses pengolahan sampah terpadu Refuse-Devide Fuel (TPST RDF) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (13/7/2022).
Teknologi pengolahan sampah RDF di Cilacap ini sangat menarik perhatian pimpinan daerah di Indonesia karena mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar setara batu bara.
Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan kunjungan tersebut merupakan studi pembelajaran terhadap program pengolahan sampah yang dilakukan pemerintah Kabupaten Cilacap.
Baca Lainnya :
- DLH Jaga Kelestarian Lingkungan dengan Mangrove0
- Pencemaran Lingkungan Terparah di Udara, DLH Imbau Tanam Pohon Secara Berkala0
- DLH Bontang : Menjaga Kelestarian Alam Tanggung Jawab Bersama0
- Kenali Jenis Lingkungan Hidup agar Tahu Pentingnya Menjaga Alam 0
- Pengertian Lingkungan Hidup dan Manfaat Bagi Kehidupan Manusia0
Dia mengaku tertarik untuk mengadopsi teknologi RDF untuk mengolah sampah di wilayah Bontang.
“Sampah ini merupakan masalah serius yang hampir dialami seluruh tempat di Indonesia. Kami kesana untuk belajar tentang pengolahan sampah," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Heru Triatmojo mengatakan permasalahan sampah di Kota Bontang merupakan masalah utama dalam pencemaran lingkungan baik tanah maupun laut.
Terutama sampah plastik yang tidak mudah terurai. Sampah plastik kata dia, butuh waktu yang cukup lama, bahkan hingga ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami.
Dia menyampaikan, kunjungannya bersama walikota ke Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas merupakan bagian dari proses rencana percepatan untuk melakukan perbaikan dalam sistem pengolahan sampah.
"Semoga aja ke depan sistem pengelolaan sampah seperti itu bisa diadopsi di Kota Bontang," ucapnya.
Untuk diketahui, pengelolaan sampah berbasis RDF di TPST Cilacap mampu memproduksi sampah hingga 160. Teknologi RDF adalah upaya pengelolaan sampah berkelanjutan yang mengedepankan ekonomi sirkular, melalui pengelolaan sampah menjadi sumber energi terbarukan yang rendah emisi.
Sampah yang masuk TPST ini terlebih dahulu dipilah dan hasilnya tetap memberikan manfaat bagi puluhan pemulung. Sisa sampah yang tidak termanfaatkan selanjutnya diolah menjadi RDF untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
RDF Tritih Lor, Cilacap diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada akhir 2019 lalu.
“RDF ini juga merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan Jerman. Silakan jika bapak ibu pimpinan daerah berminat dengan RDF, Pak Luhut menyediakan dana Rp 1 triliun untuk ini,” ungkap Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, dikutip dari Republika. (Ar/An)










.jpg)
