- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pencemaran Lingkungan Terparah di Udara, DLH Imbau Tanam Pohon Secara Berkala

Keterangan Gambar : Ilustrasi (int)
ANALOGNEWS.id - Menanggulangi pencemaran yang terjadi di lingkungan sulit untuk diatasi. Namun bukan berarti tidak dapat dicegah. Terdapat beberapa cara untuk menanggulangi dampak pencemaran air, udara, atau pun tanah.
Penanaman pohon menjadi salah satu cara menanggulangi dampak pencemaran udara. Sebab, pohon memproduksi oksigen dan menyerap karbondioksida di udara. Selain itu, dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dapat menjadi salah satu alternatif dalam penanggulangan pencemaran di tanah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Heru Triatmojo mengatakan, pencemaran atau kerusakan lingkungan beragam macamnya, salah satu yang berbahaya yaitu polusi atau pencemaran udara.
Baca Lainnya :
- DLH Bontang : Menjaga Kelestarian Alam Tanggung Jawab Bersama0
- Kenali Jenis Lingkungan Hidup agar Tahu Pentingnya Menjaga Alam 0
- Pengertian Lingkungan Hidup dan Manfaat Bagi Kehidupan Manusia0
- DLH Kelola Sampah Berkelanjutan dengan Melibatkan Masyarakat0
- DLH Bontang Sosialisasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan 0
Menurut data yang disajikan databoks, pencemaran udara menyebabkan kematian terbanyak di Indonesia pada tahun 2017.
Jumlah kematian karena polusi ini mencapai angka 123,8 jiwa. Sedangkan posisi kedua diduduki oleh polusi air.
"Kita harus pahami ini, apa itu polusi udara, biar kita tahu cara menanggulanginya," kata Heru.
Berdasarkan penjelasan di buku “Biologi untuk SMA/MA Kelas X”, pencemaran udara bisa diartikan sebagai perubahan susunan udara yang disebabkan oleh bahan atau zat asing di udara. Kehadiran zat tersebut membuat udara mengalami penurunan kualitas.
Heru menyampaiakan, polusi udara berasal dari proses pembuangan dari aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari berbagai sektor mulai dari produksi hingga transportasi.
Pencemaran udara juga dapat terjadi karena masuknya zat pencemar berupa gas dan partikel kecil/ aerosol ke dalam udara.
"Penyebabnya itu banyak, bahkan kegiatan kita sehari-hari," ujarnya.
Pencemaran lingkungan tersebut tidak muncul begitu saja. Heru menjelaskan sumber polusi udara seperti, asap kendaraan motor, pembangkit listrik, asap industri, kegiatan pertambangan, kebakaran hutan, bahkan limbah pertanian.
Dari penyebab polusi udara saja kita bisa tahu bahwa penyebab utama dari pencemaran udara adalah dari kegiatan manusia sehari-hari.
"Makanya ini menjadi tanggung jawab bersama," imbuhnya. (Ar/An)










.jpg)
